KALIMANTAN TIMUR — Kepala BPS Sulawesi Utara Watekhi menyebut 5.047 dari 10.184 kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi itu pada September 2026 berasal dari Korea Selatan, atau 49,56 persen. Angka tersebut menjadikan pasar Korsel penopang utama kunjungan internasional ke Manado dan sekitarnya. Meski turun dibanding bulan sebelumnya, kunjungan wisman secara tahunan justru meningkat.
Bagi traveler yang merencanakan liburan ke Bunaken, Likupang, atau Tomohon, data terbaru BPS Sulawesi Utara memberi gambaran jelas soal siapa yang paling ramai datang. Watekhi memaparkan rincian kunjungan wisman periode September 2026 di Manado, dengan Korea Selatan sebagai kontributor terbesar.
Total kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara tercatat 10.184 kunjungan sepanjang September 2026. Dari jumlah itu, 5.047 kunjungan berasal dari Korea Selatan atau sekitar 49,56 persen dari total.
"Berdasarkan data kunjungan wisatawan, jumlah wisman yang datang ke Sulawesi Utara pada September 2026 tercatat sebanyak 10.184 kunjungan, sebanyak 5.047 kunjungan berasal dari Korea Selatan atau sekitar 49,56 persen dari total kunjungan wisman," kata Watekhi.
Artinya, hampir separuh wisatawan asing yang masuk ke provinsi ini berpaspor Korsel. Dominasi sebesar itu membuat pasar Korsel menjadi acuan penting bagi pelaku wisata lokal, mulai dari pemandu selam hingga pengelola homestay.
Watekhi menyebut angka kunjungan wisman September 2026 lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah kunjungan justru menunjukkan peningkatan.
Pola serupa terjadi pada perjalanan wisatawan nasional. Pada September 2026, perjalanan wisnas tercatat 781 perjalanan, naik secara tahunan meski turun dibanding bulan sebelumnya.
Dinamika ini menandakan sektor pariwisata Sulut tidak bergerak linear. Ada faktor musim dan momentum yang membuat lonjakan dan penurunan datang silih berganti.
Selain wisman, perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Utara sepanjang September 2026 mencapai 1,24 juta perjalanan. Angka ini jauh melampaui kunjungan mancanegara dan menjadi tulang punggung aktivitas pariwisata daerah.
"Capaian tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas wisatawan domestik turut menjadi bagian penting dalam menggerakkan aktivitas pariwisata daerah," ujar Watekhi.
Bagi traveler domestik, data ini relevan sebagai gambaran keramaian. Jika ingin menghindari kepadatan di titik populer seperti Bunaken atau Danau Linow, datanglah di luar periode libur sekolah dan long weekend.
Watekhi menambahkan, perkembangan jumlah kunjungan wisman sejalan dengan peningkatan tingkat hunian hotel berbintang di Sulut. Kombinasi keduanya menunjukkan aktivitas pariwisata yang cukup dinamis.
Dominasi wisatawan Korea Selatan memperlihatkan pentingnya pasar internasional tersebut dalam menopang kunjungan mancanegara. Untuk traveler yang ingin merasakan suasana internasional di Manado, kawasan wisata kuliner dan pusat oleh-oleh sering ramai pada akhir pekan.
Menurut Watekhi, capaian ini membuka peluang bagi Sulawesi Utara untuk terus berkembang melalui penguatan promosi destinasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan fasilitas pendukung pariwisata.
Upaya tersebut diharapkan mendorong kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Bagi calon pengunjung, perbaikan layanan berarti akses transportasi, akomodasi, dan informasi wisata yang makin mudah diandalkan.
Untuk perjalanan keluarga maupun solo, Sulawesi Utara layak dipertimbangkan sepanjang tahun. Alokasikan minimal empat hari untuk menjelajah Bunaken, Tomohon, dan Likupang, dan pastikan informasi tiket serta jadwal penyeberangan dikonfirmasi ke pengelola destinasi atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.