KALIMANTAN TIMUR — Lenovo menyiapkan dua tablet premium baru untuk pasar Indonesia, yakni Yoga Tab Plus Gen 2 dan Yoga Tab Gen 2, dengan layar 4K PureSight Pro dan stylus Tab Pen Pro 2 sebagai daya tarik utama. Keduanya menargetkan pengguna yang butuh perangkat produktivitas sekaligus kreativitas, bersaing di segmen tablet kelas atas yang kini diisi Samsung Galaxy Tab S dan iPad Air. Harga dan ketersediaan resmi belum diumumkan, jadi belum bisa dinilai apakah spesifikasinya sepadan dengan banderol yang akan dipasang.
Lenovo memastikan lini Yoga Tab generasi kedua bakal menyusul Lenovo Tab Plus Gen 2 yang lebih dulu rilis September lalu. Dua model yang disiapkan adalah Yoga Tab Plus Gen 2 dan Yoga Tab Gen 2, sama-sama diposisikan sebagai tablet premium untuk kreativitas dan produktivitas.
Informasi yang beredar baru sebatas spesifikasi inti. Harga, varian memori, dan tanggal ketersediaan resmi di Indonesia disebut akan diumumkan dalam waktu dekat, sehingga ulasan ini belum bisa memberi penilaian final soal value.
Model tertinggi membawa layar 13 inci 4K PureSight Pro yang ditujukan untuk alur kerja luas, misalnya editing video atau membuka banyak jendela dokumen sekaligus. Dapur pacunya Snapdragon 8 Elite, chipset kelas flagship yang biasanya dipakai smartphone premium.
Baterainya 12.700 mAh dengan fast charging 68W. Angka ini tergolong jumbo untuk ukuran tablet, tapi perlu diuji apakah daya tahan real-world benar-benar sepadan dengan kapasitasnya, terutama saat layar 4K dipakai di brightness tinggi.
Varian reguler memakai layar 11,1 inci 4K PureSight Pro, SoC MediaTek Dimensity 9500s, dan baterai 11.000 mAh dengan fast charging 68W. Ukurannya lebih ringkas untuk dibawa harian, meski label 4K di layar sekecil ini menimbulkan pertanyaan soal konsumsi daya.
Keduanya sama-sama mendukung Lenovo Tab Pen Pro 2. Stylus ini punya kontrol gestur Click to Draw, Squeeze to Select, dan Flip to Erase, plus sensitivitas tekanan tinggi, deteksi kemiringan, dan palm rejection.
Kombinasi tekanan dan deteksi kemiringan membuat Tab Pen Pro 2 diklaim cocok untuk menulis, menggambar, hingga merancang ilustrasi. Palm rejection penting karena tanpa fitur ini, telapak tangan yang menempel di layar bakal mengganggu saat menulis.
Lenovo juga menyematkan Lenovo AI Vision, Lenovo Qira, Smart AI Input, dan Live Transcript. Live Transcript berguna untuk mencatat rapat atau kuliah secara otomatis, sementara Smart AI Input membantu penulisan. Efektivitas fitur-fitur ini belum bisa dipastikan tanpa pengujian langsung.
Dua tablet ini mendukung WPS Office PC Level yang menampilkan antarmuka mirip versi komputer, bukan versi mobile yang dipangkas. Kompatibilitasnya mencakup format .docx, .xlsx, dan .pptx, sehingga pengguna bisa mengedit dokumen kantor tanpa membuka laptop.
Klaim "PC level" perlu dibuktikan di lapangan, terutama soal kenyamanan mengetik di layar sentuh dan performa saat membuka spreadsheet besar. Tanpa keyboard eksternal, pengalaman kerja tetap akan terasa berbeda dibanding laptop sungguhan.
Lenovo Yoga Tab Gen 2 Series jelas menyasar pengguna yang ingin satu perangkat untuk konsumsi konten sekaligus kerja ringan. Kombinasi layar 4K, chipset flagship, dan stylus menempatkannya sebagai kandidat serius di segmen tablet premium.
Namun tanpa harga resmi, verdict belum bisa diberikan. Pembeli yang mempertimbangkan tablet puluhan juta rupiah sebaiknya menunggu pengumuman harga dan ketersediaan, lalu membandingkannya langsung dengan kompetitor di kelas yang sama.