TENGGARONG — Eko Wulandanu menyoroti kesenjangan sarana sekolah di Kutai Kartanegara. Menurut politikus Komisi IV DPRD Kukar itu, dari kebutuhan fasilitas pendidikan yang ada, sekitar 70 persen sudah terpenuhi dan sisanya masih menjadi pekerjaan rumah.
Ia menilai capaian tersebut belum cukup untuk mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal. Kekurangan 30 persen itu, kata Eko, harus dikejar bertahap agar anak didik mendapat fasilitas yang memadai.
Eko menegaskan pendidikan masuk kategori mandatory spending, yaitu belanja yang diamanatkan peraturan perundang-undangan. Karena itu pemerintah daerah diminta memberi perhatian serius, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi.
Menurutnya, perencanaan yang matang diperlukan agar kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi tanpa menurunkan kualitas pelayanan kepada warga. "Sekuat apa pun sebuah daerah dan sekaya apa pun sumber daya alamnya, kalau SDM-nya tidak mampu mengimbangi dan mendukung pembangunan, tentu pembangunan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Eko menyebut keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur hanya dari besarnya anggaran daerah atau limpahan sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia menjadi penentu agar pembangunan di berbagai sektor berjalan optimal.
Karena itu ia memandang investasi pendidikan sebagai langkah strategis menyiapkan generasi muda Kukar yang berpengetahuan dan terampil. SDM yang berdaya saing dinilai menjadi modal penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan pendidikan, menurut Eko, tidak cukup berhenti pada pelaksanaan program. Ketersediaan sarana dan prasarana sekolah ikut memengaruhi kenyamanan serta kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Pemenuhan kebutuhan sekolah perlu dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
"Kalau menurut kami, progresnya baru sekitar 70 persen. Masih ada 30 persen yang harus kita kejar lagi untuk mencapai 100 persen, sehingga anak-anak didik memiliki fasilitas yang cukup untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik," ungkap Eko.