KALIMANTAN TIMUR — An Se Young keluar sebagai juara tunggal putri French Open 2026 setelah mengalahkan Pusarla Sindhu lewat rubber game 16-21, 21-11, 21-12 di Grand Arena Paris, Minggu (25/10) petang WIB. Kemenangan 61 menit ini membalikkan defisit gim pertama dan menegaskan dominasi wakil Korea Selatan itu di turnamen bulu tangkis bergengsi tersebut.
Sindhu membuka laga dengan agresif. Poin pertamanya lahir setelah pukulan An Se Young melebar ke luar lapangan. Keunggulan Sindhu sempat disamakan, bahkan disalip, tetapi wakil India itu kembali memimpin 11-9 pada interval gim pertama.
Selepas jeda, skor sempat imbang 12-12. Sindhu lalu meraih empat poin beruntun dan melejit dari 16-14 menjadi 20-14. An Se Young hanya mampu menambah dua poin sebelum Sindhu menutup gim pertama 21-16.
Memasuki gim kedua, An Se Young langsung memimpin 3-0. Sindhu merespons, tetapi adu pukul kok yang menawan antara keduanya hanya menghasilkan selisih satu hingga dua poin. Setelah skor 8-7, An Se Young meraih tiga poin beruntun lewat serangan tajam dan memimpin 11-7 di interval.
Selepas interval, An Se Young mendominasi pertandingan. Sindhu kerap membuat kesalahan sendiri. Tunggal putri Korea Selatan itu menutup gim kedua 21-11 dan memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.
Sindhu sempat unggul 3-1 pada awal gim ketiga. Keunggulan itu bertahan hingga 8-5, sebelum An Se Young berbalik memimpin 9-8 dan menutup interval dengan skor 11-9.
Setelah interval, perolehan poin An Se Young sulit dibendung Sindhu. Empat poin beruntun membawa An Se Young menjauh 15-9 dan mendekatkan dirinya ke gelar juara. Gim ketiga ditutup 21-12, memastikan An Se Young naik podium tertinggi French Open 2026.
Gelar ini menambah koleksi trofi An Se Young di level turnamen bergengsi. Bagi Sindhu, final French Open 2026 menjadi catatan tersendiri setelah ia mampu merebut gim pertama sebelum kehabisan tenaga di dua gim berikutnya.