Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan sekitar 300 peserta untuk Pelatihan Kader Bela Negara yang direncanakan berlangsung Desember 2026. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyatakan pelatihan itu menyasar ASN, PPPK, dan masyarakat umum agar kader mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Rencana ini dibahas dalam pertemuan dengan Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia Kalimantan Timur di Sangatta.
SANGATTA — Pemkab Kutai Timur merinci komposisi peserta Pelatihan Kader Bela Negara (PKBN) mendatang. Dari sekitar 300 orang yang disiapkan, sebanyak 50 peserta berasal dari aparatur sipil negara (ASN), 50 orang dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 200 peserta lainnya dari masyarakat umum.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan hal itu seusai pertemuan dengan Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Kalimantan Timur di Sangatta. Menurutnya, pelatihan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Komposisi yang didominasi masyarakat umum itu disebut sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi kebangsaan. Sebelumnya, Kutim telah menjalankan pengaderan bela negara dengan jumlah peserta lebih terbatas.
Mahyunadi menyebut pemantauan terhadap kader sebelumnya menunjukkan sejumlah peserta mampu meneruskan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas di tengah masyarakat. Temuan itu menjadi salah satu dasar memperbanyak jumlah peserta pada pelaksanaan berikutnya.
"Kader ini harus diperbanyak dan turun ke masyarakat guna memberikan pemahaman tentang bagaimana bernegara yang baik sekaligus mencintai tanah air," kata Mahyunadi.
Ia menambahkan, edukasi mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas melalui penambahan kader.
Pemkab Kutim mendorong seluruh kecamatan terlibat dalam proses perekrutan peserta. Dari total 18 kecamatan, setiap wilayah diharapkan dapat mengirimkan perwakilan.
Langkah itu ditempuh agar kader bela negara tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu. Sebaran peserta dari berbagai kecamatan dinilai penting untuk memastikan penyebaran nilai kebangsaan merata.
Rangkaian kegiatan PKBN juga direncanakan berkaitan dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Bela Negara Nasional. Para peserta akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan semangat kebangsaan.
Mahyunadi menegaskan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Menurutnya, yang lebih penting adalah peran kader menyebarkan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
"Semangat bela negara harus dijalankan secara tulus sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, bukan mengejar kepentingan pribadi," katanya.
Pemkab Kutim belum merinci jadwal pendaftaran maupun mekanisme seleksi peserta. Pelaksanaan pelatihan masih menunggu tahap persiapan, termasuk koordinasi dengan kecamatan dan GBN-MI Kalimantan Timur.