13 Motor Resale Value Tertinggi 2021, Ada BMW M 1000 RR

Penulis: Valdi Pratama  •  Minggu, 20 September 2026 | 11:05:01 WIB

KALIMANTAN TIMUR — BMW M 1000 RR mempertahankan sekitar 91 persen harga jualnya setelah lima tahun, menjadikannya salah satu motor dengan resale value terbaik di pasar Amerika Serikat. Honda CBR1000RR-R Fireblade SP menyusul dengan 92 persen, sementara Kawasaki Z900RS bertahan di angka 93 persen dari harga barunya. Data ini dihimpun dari perbandingan harga MSRP 2021 dengan nilai ritel rata-rata J.D. Power saat ini.

Beberapa motor bekas memang punya daya tahan harga yang jauh lebih baik dibanding yang lain. Perbandingan harga MSRP awal dengan nilai ritel rata-rata J.D. Power untuk model tahun 2021 mengungkap sejumlah motor yang harganya nyaris tidak tergerus setelah lima tahun pemakaian.

Metodologi yang dipakai sederhana: semua motor diberi rentang waktu yang sama, yaitu lima tahun. Harga MSRP pabrikan di Amerika Serikat dibandingkan langsung dengan nilai ritel rata-rata J.D. Power untuk model dan tahun yang sama. Hasilnya, sebagian motor bahkan mempertahankan nilai di atas 90 persen.

BMW M 1000 RR Bertahan di 91 Persen

BMW Motorrad pertama kali menyematkan badge M di jajaran motornya pada 2021. BMW M 1000 RR bukan sekadar varian berlabel, melainkan motor homologasi yang diarahkan langsung ke kompetisi World Superbike. Basisnya diambil dari S 1000 RR yang sudah serius, lalu dirombak menjadi mesin balap jalanan.

Harga MSRP awal BMW M 1000 RR saat baru adalah 32.495 dolar AS. Nilai ritel rata-rata saat ini berada di 29.515 dolar AS, atau sekitar 91 persen dari harga barunya. Motor ini kemudian terbukti di lintasan dengan memenangkan gelar WorldSBK 2024.

BMW juga membuat versi edisi terbatas berbalut serat karbon dengan harga 60.000 dolar AS untuk merayakan gelar juara tersebut. Hanya 54 unit diproduksi, dan nilai jualnya diperkirakan ikut terjaga.

Honda CBR1000RR-R Fireblade SP, 92 Persen Setelah Lima Tahun

Honda CBR1000RR-R Fireblade SP dibanderol 28.500 dolar AS saat baru pada 2021. J.D. Power mencatat nilai ritel rata-ratanya kini 26.280 dolar AS, artinya sekitar 92 persen harga awal masih bertahan.

Antusiasme penggemar Honda bertemu dengan mesin performa tinggi yang sulit diabaikan pasar. Model tahun 2021 yang dipakai sebagai patokan kebetulan merupakan redesain total dari motor yang sebelumnya berkembang cukup konservatif sejak 2008.

Harga awalnya memang mahal dan posisinya sebagai halo bike membuat depresiasi tidak terlalu menggerus nilainya. Bagi yang membeli baru pada 2021, pasar bekas sejauh ini tergolong ramah.

Kawasaki Z900RS dan Fenomena Motor Retro Bernilai Tinggi

Motor bergaya retro dengan harga setara motor baru sering dianggap tawaran buruk. Kawasaki Z900RS membuktikan sebaliknya. Setelah lima tahun, motor ini mempertahankan sekitar 93 persen dari MSRP awalnya sebesar 11.299 dolar AS.

J.D. Power memperkirakan nilai ritel rata-ratanya kini 10.480 dolar AS. Daya tariknya mudah dipahami: tampilan klasik Kawasaki tanpa karburator, rem era 1970-an, atau pengingat lain bahwa motor tua dibangun di abad berbeda.

Z900RS mengubah nostalgia menjadi sesuatu yang masih mau dibayar mahal oleh pasar. Ini salah satu contoh paling meyakinkan bahwa desain retro bisa lebih dari sekadar menoleh ke belakang.

Mengapa Sebagian Motor Sulit Terdepresiasi

Pola yang muncul dari data ini cukup jelas. Motor dengan produksi terbatas, status homologasi balap, atau desain ikonik cenderung menahan nilai lebih baik. Badge M pada BMW, warisan Fireblade pada Honda, dan gaya klasik pada Kawasaki semuanya memberi alasan tambahan bagi pembeli bekas untuk tetap membayar mahal.

Perlu dicatat, temuan ini bukan berarti motor-motor tersebut menjadi aset investasi yang nilainya terus naik. Sebagian kecil memang melampaui harga barunya, tetapi secara umum angka-angka ini menunjukkan biaya kepemilikan yang lebih rendah bagi pembeli yang tepat waktu.

Bagi calon pembeli motor bekas di Indonesia, pola serupa bisa jadi pertimbangan. Model dengan komunitas kuat, produksi terbatas, atau status ikonik biasanya lebih tahan terhadap penurunan harga dibanding model massal yang diproduksi dalam jumlah besar.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top