7 Pulau Cantik di Kalimantan Timur: Destinasi Bahari yang Menawan

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 19 September 2026 | 21:26:01 WIB

KALIMANTAN TIMUR - Pulau cantik di Kalimantan Timur bukan sekadar hamparan pasir putih dengan laut biru yang enak dipandang dari kejauhan.

Pulau cantik di Kalimantan Timur juga menyimpan danau air asin, kawasan peneluran penyu, terumbu karang, hutan mangrove, gusung pasir, hingga kampung pesisir yang kehidupan sehari-harinya masih berkaitan erat dengan laut.

Karena itu, perjalanan ke wilayah pesisir Kalimantan Timur sebaiknya tidak berhenti pada agenda foto, tetapi dirancang berdasarkan karakter setiap pulau agar waktu dan biaya perjalanan tidak terbuang.

Di antara destinasi yang paling dikenal, Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau menjadi kawasan utama untuk eksplorasi.

Pemerintah Kabupaten Berau mencatat Derawan, Kakaban, Kaniungan Besar, Manimbora, Maratua, dan Sangalaki sebagai objek wisata alam daerah.

Mengapa Pulau di Kalimantan Timur Layak Masuk Itinerary?

Setiap pulau menawarkan pengalaman berbeda sehingga perjalanan dapat dirancang berdasarkan aktivitas yang paling ingin dilakukan.

Kepulauan Derawan terdiri atas 31 pulau dan dikenal dengan ekosistem laut yang sangat kaya. Indonesia Travel mencatat kawasan ini memiliki sekitar 460 spesies karang dan 870 spesies ikan, sekaligus menjadi habitat penyu hijau dan penyu sisik.

Karakter wisata bahari yang menonjol

Pantai: pasir putih dan laut dengan gradasi warna.

Snorkeling: terumbu karang dan ikan tropis.

Diving: berbagai titik penyelaman dengan karakter bawah laut berbeda.

Konservasi: penyu dan ekosistem pesisir.

Fenomena alam: danau ubur-ubur di Kakaban.

Island hopping: perpindahan antarpulau menggunakan speedboat.

Artinya, pemilihan pulau sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas. Pulau untuk melihat penyu tentu memiliki agenda berbeda dari pulau yang dituju khusus untuk snorkeling atau menikmati suasana pantai.

Pulau Cantik di Kalimantan Timur yang Layak Dikunjungi

Bagian ini membahas pulau berdasarkan daya tarik, aktivitas, akses, serta tipe perjalanan yang paling sesuai.

1. Pulau Derawan, Gerbang Wisata Bahari Berau

Pulau Derawan menjadi pilihan logis untuk perjalanan pertama karena tersedia kehidupan kampung, fasilitas wisata, pantai, serta akses menuju pulau-pulau lain.

Desa Wisata Pulau Derawan mencatat luas daratan kampung sekitar 34 hektare.

Masyarakatnya memiliki aktivitas yang berkaitan dengan perikanan dan pariwisata, sementara fasilitas wisata mencakup tempat makan, kamar mandi umum, kios suvenir, Wi-Fi, serta area aktivitas wisata.

Daya tarik Derawan tidak hanya berada di pantai. Kawasan perairannya dikenal dengan aktivitas snorkeling dan keberadaan penyu.

Aktivitas yang cocok

Berjalan menyusuri pantai.

Snorkeling.

Menyewa perahu untuk island hopping.

Menikmati matahari terbit.

Berinteraksi dengan aktivitas masyarakat pesisir.

Berburu makanan laut.

Derawan cocok dijadikan base camp karena lebih praktis untuk perjalanan beberapa hari. Dari sini, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kakaban, Sangalaki, atau Maratua.

2. Pulau Maratua, Pilihan untuk Laut dan Diving

Maratua memiliki karakter yang berbeda dari Derawan. Pulau ini lebih kuat dengan lanskap tropis, terumbu karang, dan pengalaman wisata laut.

Indonesia Travel mencatat lebih dari 20 titik penyelaman di sekitar Maratua. Kawasannya juga memiliki terumbu karang, ikan tropis, penyu hijau, serta pari manta.

Salah satu titik yang terkenal adalah Turtle Traffic, yang menjadi lokasi berkumpulnya penyu hijau.

Waktu ideal untuk menjelajahi Maratua

Pagi hari cocok untuk aktivitas laut karena jadwal perjalanan kapal dan aktivitas snorkeling biasanya lebih fleksibel ketika laut mendukung. Sore dapat digunakan untuk menikmati garis pantai atau mengambil foto lanskap.

Untuk penyelam, jadwal sebaiknya disesuaikan dengan operator diving karena kondisi arus merupakan faktor penting.

3. Pulau Kakaban, Rumah Danau Ubur-Ubur

Kakaban memiliki daya tarik yang tidak dimiliki pulau pantai biasa. Di bagian tengah pulau terdapat danau air payau yang menjadi habitat beberapa jenis ubur-ubur tanpa sengat.

Pemerintah Kabupaten Berau menyebut empat jenis ubur-ubur yang ditemukan di Danau Kakaban, yaitu Aurelia aurita, Mastigias cf. papua, Tripedalia cystophora, dan Cassiopea ornata.

Indonesia Travel menjelaskan bahwa danau tersebut terbentuk dari proses geologi yang membuat laguna purba terisolasi dan berubah menjadi danau.

Yang perlu diperhatikan

Jangan menggunakan sunscreen tepat sebelum masuk danau jika aturan setempat melarangnya.

Jangan menyentuh atau mengangkat ubur-ubur.

Ikuti jalur menuju danau.

Gunakan perlengkapan berenang yang sesuai.

Hindari membuat suara atau aktivitas berlebihan di kawasan konservasi.

Kakaban lebih cocok untuk perjalanan eksplorasi daripada sekadar bersantai di pantai.

4. Pulau Sangalaki, Pulau Konservasi Penyu

Sangalaki memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan konservasi. Pulau ini dikenal sebagai lokasi penyu bertelur dan memiliki sejumlah titik diving.

Indonesia Travel menyebut Sangalaki sebagai pulau tempat penyu bertelur dan menjelaskan bahwa pengelolaannya mempertahankan karakter alami pulau. Pada malam hari, penggunaan listrik bahkan dapat dibatasi ketika tidak diperlukan.

Hal tersebut membuat Sangalaki terasa berbeda dari pulau wisata dengan aktivitas komersial yang padat.

Aktivitas yang dapat dilakukan

Mengamati kawasan peneluran penyu sesuai aturan.

Snorkeling.

Diving.

Fotografi alam.

Menikmati suasana pulau yang relatif tenang.

Pengamatan penyu perlu mengikuti petunjuk petugas konservasi. Cahaya senter dan suara keras dapat mengganggu satwa, terutama ketika penyu sedang naik ke pantai untuk bertelur.

5. Pulau Kaniungan Besar

Kaniungan Besar termasuk daftar objek wisata alam Kabupaten Berau.

Pulau ini menarik untuk dimasukkan dalam itinerary yang ingin mengeksplorasi sisi kepulauan Berau di luar empat pulau utama Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki.

Karena karakter pulau kecil membuat fasilitas tidak sebanyak pusat wisata seperti Derawan, perencanaan logistik menjadi lebih penting.

Sebelum berangkat

Pastikan kapal sudah dipesan.

Konfirmasi titik keberangkatan.

Bawa air minum.

Siapkan makanan ringan.

Gunakan dry bag.

Bawa uang tunai secukupnya.

Pastikan ada rencana kembali sebelum sore jika kondisi laut berubah.

Kaniungan lebih cocok untuk wisatawan yang menikmati perjalanan dengan ritme lebih fleksibel dan tidak keberatan dengan fasilitas yang lebih terbatas.

6. Pulau Manimbora, Pulau Kecil untuk Lanskap

Pulau Manimbora juga tercantum dalam daftar wisata alam resmi Kabupaten Berau. B

Pulau kecil seperti Manimbora dapat menjadi titik singgah dalam perjalanan laut, terutama jika rute operator mencakup beberapa pulau atau gusung.

Keunggulan pulau kecil bukan selalu jumlah aktivitasnya, melainkan lanskap yang sederhana: laut terbuka, garis pasir, dan ruang yang terasa jauh dari keramaian.

Untuk fotografi, kondisi cahaya pagi atau sore dapat memberikan warna laut dan langit yang lebih lembut.

7. Gusung Sanggalau, Hamparan Pasir yang Berubah

Gusung Sanggalau bukan pulau permanen dalam pengertian yang sama dengan Derawan atau Maratua. Karakternya lebih dekat dengan hamparan pasir yang menjadi daya tarik wisata bahari.

Peta potensi Kabupaten Berau mencatat Gusung Sanggalau dan Gusung Masimbung sebagai objek wisata dengan daya tarik pasir gusung putih.

Karena bentuk gusung berkaitan erat dengan kondisi laut, kunjungan sebaiknya mengikuti pasang surut dan arahan operator.

Cara Menyusun Itinerary Pulau di Berau

Rute yang tepat dapat menghemat waktu karena perjalanan antarpulau tetap membutuhkan transportasi laut.

Untuk perjalanan 3 hari 2 malam, pola yang cukup realistis adalah menjadikan Derawan sebagai basis.

Hari pertama

Tiba di Berau.

Menuju dermaga.

Menyeberang ke Derawan.

Check-in.

Eksplorasi pantai dan kampung.

Menikmati sunset.

Hari kedua

Pagi menuju Kakaban.

Mengunjungi danau ubur-ubur.

Melanjutkan perjalanan menuju Sangalaki.

Snorkeling atau menikmati kawasan pantai.

Kembali ke Derawan.

Hari ketiga

Aktivitas pagi di Derawan.

Jika jadwal kapal memungkinkan, singgah di gusung atau pulau terdekat.

Kembali menuju dermaga.

Melanjutkan perjalanan pulang.

Untuk 4–5 hari, Maratua dapat ditambahkan sebagai tujuan menginap agar waktu di laut tidak terlalu padat.

Cara Menuju Kepulauan Derawan

Akses perlu dihitung sejak awal karena perjalanan terdiri atas beberapa tahap.

Indonesia Travel mencatat salah satu akses utama menuju kawasan Derawan adalah melalui Tanjung Redeb di Berau, kemudian dilanjutkan dengan speedboat.

Dari Berau, perjalanan menggunakan speedboat menuju Kepulauan Derawan dapat memakan sekitar dua jam, tergantung tujuan dan kondisi perjalanan.

Alternatif lainnya adalah melalui Tarakan. Dari Tarakan tersedia perjalanan laut langsung ke sejumlah pulau, termasuk Maratua, atau penerbangan lanjutan menuju Tanjung Redeb sebelum perjalanan menggunakan kapal.

Hal yang perlu dihitung

Jadwal penerbangan.

Transfer bandara.

Jadwal kapal.

Kondisi laut.

Waktu check-in penginapan.

Waktu cadangan jika kapal mengalami perubahan jadwal.

Jangan menyusun jadwal penerbangan pulang terlalu dekat dengan jadwal speedboat terakhir.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Kondisi laut merupakan variabel penting dalam wisata kepulauan. Cuaca yang berubah dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan dan aktivitas snorkeling.

Untuk wisata bahari, periode dengan kondisi laut relatif tenang umumnya lebih nyaman, tetapi kondisi aktual tetap perlu diperiksa menjelang keberangkatan.

Pasang surut juga perlu diperhatikan ketika mengejar gusung pasir. Sebuah tempat yang terlihat luas pada pagi hari belum tentu memiliki bentuk sama ketika air mulai naik.

Etika Wisata di Pulau Konservasi

Keindahan Derawan tidak dapat dipisahkan dari ekosistemnya. Indonesia Travel menyebut kawasan ini sebagai habitat penyu hijau dan penyu sisik serta berbagai biota laut lainnya.

Karena itu, wisata bahari perlu mengikuti prinsip sederhana:

Jangan menyentuh penyu.

Jangan mengejar satwa laut.

Jangan berdiri di atas karang.

Jangan mengambil karang atau biota laut.

Gunakan reef-safe practices sesuai ketentuan lokal.

Bawa kembali sampah.

Ikuti instruksi pemandu.

Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pemerintah Kalimantan Timur juga menegaskan pada 2026 bahwa pengembangan wisata Derawan perlu berjalan bersama perlindungan ekosistem laut dan habitat penyu.

FAQ

Pulau mana yang cocok untuk perjalanan pertama?

Derawan relatif praktis dijadikan titik awal karena memiliki kampung wisata, fasilitas, dan akses menuju pulau lain.

Pulau mana yang terkenal dengan ubur-ubur tanpa sengat?

Kakaban. Danau di pulau tersebut memiliki beberapa spesies ubur-ubur yang dikenal tidak menyengat.

Pulau mana yang dikenal sebagai lokasi penyu?

Sangalaki dikenal sebagai salah satu lokasi penting penyu bertelur.

Berapa lama idealnya menjelajah Derawan?

Tiga hari dua malam cukup untuk mengenal Derawan dan melakukan island hopping singkat. Empat sampai lima hari lebih nyaman jika Maratua ingin dimasukkan dalam rute.

Apakah semua pulau memiliki penginapan?

Tidak. Fasilitas sangat berbeda antar-pulau. Derawan dan Maratua memiliki pilihan bermalam yang lebih jelas, sedangkan pulau konservasi atau pulau kecil memerlukan pengecekan khusus.

Penutup

Pulau cantik di Kalimantan Timur bukan hanya tentang warna laut yang menggoda kamera. Ada penyu yang datang diam-diam ke pasir, ubur-ubur yang berenang di danau purba, dan kampung pesisir yang hidup mengikuti ritme laut.

Di situlah pesonanya terasa utuh: perjalanan tidak sekadar berpindah pulau, tetapi belajar membaca alam dari satu garis pantai ke garis pantai berikutnya.

Reporter: Redaksi
Back to top