12 Delegasi IICF di Global Mandiri Cibubur Bertukar Budaya

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Jumat, 18 September 2026 | 13:49:31 WIB

KALIMANTAN TIMUR — Sebanyak 12 negara mengirim delegasi ke Indonesia International Culture Festival (IICF) ke-5 di Sekolah Global Mandiri Cibubur pada 15 September lalu. Dari Polandia hingga Rusia, siswa TK sampai SMA belajar tarian, kuliner, dan permainan tradisional lintas negara — begini keseruannya dan peran orang tua di dalamnya.

IICF 2026 mengangkat tema Throught Culture, We Become One. Tujuannya sederhana tapi bermakna: mengenalkan siswa pada budaya berbagai negara, sekaligus memperkenalkan budaya lokal Indonesia ke peserta dari luar.

Penyambutan dan Penampilan Tarian Khas Tiap Negara

Acara dibuka dengan penyambutan delegasi oleh siswa TK hingga SMA Global Mandiri. Setelah itu, setiap delegasi menampilkan tarian khas negaranya masing-masing.

Rangkaian pertunjukan berlangsung serentak di tiga lokasi berbeda: level TK dan SD di function hall Gedung 1, SMP di area bioskop, dan SMA di Hall Gedung 3.

Workshop Pertukaran Budaya: Tradisi, Lagu, hingga Kuliner

Bagian paling seru justru ada di sesi workshop. Di sini siswa dan delegasi saling berbagi tradisi, lagu, hingga kuliner khas Nusantara.

Untuk TK dan SD, workshop digelar di share area Gedung 2 lantai satu dan dua. Siswa SMP berkumpul di Gedung 3 lantai satu dan dua, sementara siswa SMA menggunakan ruang kelas.

Setelah workshop selesai, setiap kelompok menampilkan hasilnya — mulai dari permainan tradisional sampai latihan berbahasa. Momen inilah yang menurut pihak sekolah paling layak ditunggu.

"Jadi anak-anak itu mendapatkan hasilnya. Itu momen yang harus jangan dilewatkan. Berhasil enggak sih mereka mengajarkan ke anak-anak kita, atau anak-anak kita engagement juga enggak dengan para delegasi ini? Jadi di situlah membuktikan bahwa memang anak-anak global pedulilah dengan budaya global," tutur Principal of Primary Global Mandiri Cibubur Dr. Anna Budiatmi, M.Pd.

Flashmob Penutup yang Bikin Semua Berbaur

Flashmob menjadi penutup sekaligus ajang berbaur. Diiringi lagu dan gerakan tari tradisional Indonesia serta musik hipdut (hiphop dangdut), seluruh siswa, delegasi, guru, dan orang tua murid ikut memeriahkan acara.

"Di situ mereka benar-benar berbaur, anak-anak kita itu tanpa skenario, itu memang naturally mereka sudah engaged sama tamunya," ujar Head Steering Committee, Rahmah Hidayani, M.Pd.

Persiapan Siswa Sebelum Delegasi Datang

Jauh sebelum acara, siswa sudah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut tamu dari 12 negara. Mereka menyiapkan makanan ringan tradisional, kopi, dan teh khas Indonesia.

Selain itu, siswa belajar beberapa gerakan folk dance, menyiapkan sesi ramah-tamah, dan berlatih presentasi tentang kuliner khas Indonesia. Guru ikut mendampingi, terutama untuk persiapan teknis di lapangan.

Peran Orang Tua dalam Pengenalan Keragaman Budaya

Orang tua siswa Sekolah Global Mandiri ikut berkolaborasi, baik saat persiapan maupun pelaksanaan IICF. Mereka membantu menata kelas, menyiapkan makanan tradisional, dan menciptakan nuansa budaya sesuai daerah yang ditentukan di setiap kelas.

Kolaborasi ini membuat anak tidak hanya mengenal budaya negara lain, tetapi juga semakin akrab dengan budaya daerah Indonesia sendiri.

Bagi anak, pengalaman seperti ini memberi kesan mendalam tentang keberagaman yang nyata, bukan sekadar teori di buku. Bagi Bunda yang ingin anak lebih terbuka pada budaya lain, kegiatan sekolah semacam IICF bisa jadi contoh bagaimana keterlibatan orang tua membuat proses belajar jadi lebih hidup.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top