BKSDA Kaltim Evakuasi Orangutan Kurus Terisolasi di Perkebunan Kutai Kartanegara, Aliran Sungai Kering

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 17 September 2026 | 21:38:31 WIB

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur mengevakuasi seekor orangutan jantan berusia 20 tahun yang terisolasi di perkebunan Desa Menamang Kanan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Satwa dilindungi itu ditemukan dalam kondisi sangat kurus dengan bobot 25–30 kilogram, jauh di bawah ukuran normal, akibat dehidrasi berat setelah aliran sungai di habitat aslinya mengering total.

SAMARINDA — Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim bersama mitra Conservation Action Network dan manajemen perusahaan bergerak ke lokasi di Kecamatan Muara Kaman untuk mengevakuasi primata tersebut. Proses penyelamatan berlangsung penuh kehati-hatian karena medan di sekitar kawasan produksi PT SHJ terdampak kekeringan parah.

Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan darurat soal kemunculan satwa di area kerja perusahaan.

"Penyelamatan orangutan berusia 20 tahun ini kami lakukan setelah menerima laporan darurat terkait kemunculan satwa di area kerja perusahaan," kata Ari di Samarinda, Kamis.

Laporan Warga Sampai ke Call Center BKSDA

Laporan keberadaan primata dilindungi itu pertama kali diterima petugas Call Center BKSDA Kaltim pada Minggu (13/9). Kondisi fisik satwa yang tampak lunglai dan kian memprihatinkan memicu tim penyelamat bergerak cepat ke lokasi.

Tim gabungan merespons laporan tersebut pada Senin (14/9). Ari menyebut sinergi lintas pihak jadi kunci agar satwa bisa segera ditangani.

"Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim bersama mitra Conservation Action Network (CAN) dan manajemen perusahaan merespons laporan tersebut pada Senin (14/9)," ujar Ari.

Aliran Sungai Kering, Pasokan Air dan Pakan Hilang

Kekeringan yang melanda kawasan produksi PT SHJ membuat aliran sungai di sekitar habitat alami orangutan mengering total. Kondisi itu memicu krisis ketersediaan air minum dan pakan alami satwa.

Pejantan dewasa tersebut terindikasi kuat mengalami dehidrasi berat akibat berkurangnya pasokan air minum serta penurunan kualitas vegetasi hutan di sekitarnya.

"Saat dievakuasi, kondisi fisik orangutan jantan ini sangat kurus dengan bobot hanya berkisar 25 hingga 30 kilogram dari ukuran normal," tutur Ari.

Penanganan Medis dan Rehabilitasi Lanjutan

Usai diamankan dari lokasi, orangutan langsung dibawa ke fasilitas perawatan untuk penanganan medis intensif. Tim dokter hewan dari jaringan CAN memberikan tindakan darurat guna menstabilkan kondisi fisik dan memulihkan cairan tubuh satwa.

"Tim dokter hewan dari jaringan CAN langsung memberikan tindakan darurat untuk menstabilkan kondisi fisik serta memulihkan cairan tubuh satwa," kata Ari.

Pemantauan kesehatan dilakukan berkala hingga stamina dan metabolisme tubuh primata endemik Kalimantan itu dinyatakan membaik. Setelah masa kritis terlewati, orangutan dijadwalkan menjalani rehabilitasi lanjutan sampai siap dikembalikan ke habitat aslinya di hutan lepas.

Imbauan Warga Soal Satwa Dilindungi

BKSDA Kaltim mengimbau seluruh pihak terus melaporkan keberadaan satwa dilindungi untuk mencegah potensi konflik dan menjaga kelestarian ekosistem. Ari menegaskan respons cepat lintas lembaga jadi penentu keselamatan satwa di tengah tekanan kekeringan.

"Sinergi cepat ini membuktikan bahwa komitmen bersama mampu memberikan harapan hidup baru bagi kelestarian satwa liar dari ancaman kekeringan," tegas Ari.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top