Kualitas Udara Samarinda Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Tersisa 1.000 Meter

Penulis: Wendra Kusuma  •  Kamis, 17 September 2026 | 08:31:02 WIB

SAMARINDA — Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mencatat konsentrasi partikulat halus di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur itu menembus 210,4 µg/m³. Angka itu menempatkan kualitas udara Samarinda dan sekitarnya pada kategori sangat tidak sehat.

Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor menyatakan dampak langsung kondisi ini terlihat dari jarak pandang yang tersisa hanya 1.000 meter. "Kondisi tersebut memperpendek jarak pandang (visibility) hingga tersisa 1.000 meter," kata Riza di Samarinda, Rabu.

Partikulat berukuran sangat kecil itu, menurut Riza, bisa masuk langsung ke saluran pernapasan. Paparan dalam jangka waktu lama berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Jarak Pandang di Bandara APT Pranoto 1.000-1.500 Meter

Data BMKG menunjukkan cuaca di sekitar Bandara APT Pranoto Samarinda sejak pagi hingga sore terpantau berawan hingga berawan tebal. Jarak pandang berkisar antara 1.000 hingga 1.500 meter.

Riza menegaskan tingginya konsentrasi partikulat ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. "Partikulat udara berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk langsung ke saluran pernapasan. Dengan konsentrasi yang mencapai 210,4 µg/m³, kondisi ini berada pada kategori sangat tidak sehat," ujarnya.

185 Kebakaran Lahan Hanguskan 382,93 Hektare

Koordinator Bidang Logistik, Sarana, dan Prasarana BPBD Kota Samarinda Ifran membenarkan penurunan kualitas udara yang signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Penyebabnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BPBD mencatat lonjakan kasus karhutla yang masif di Samarinda. Hingga pertengahan September 2026, terjadi 185 kali kebakaran lahan yang menghanguskan total 382,93 hektare.

Kawasan terparah berada di Kecamatan Palaran, Sambutan, dan Samarinda Utara. "Kami meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan untuk menahan diri dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujar Ifran.

Pemkot Samarinda Perpanjang Status Tanggap Darurat

Pemerintah Kota Samarinda memperpanjang status tanggap darurat bencana untuk mengoptimalkan penanganan dampak kekeringan dan kabut asap di lapangan. Langkah taktis yang diambil adalah mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp10 juta per kelurahan melalui kecamatan setempat.

Dana itu dipakai mempercepat operasional pemadaman darat serta penanggulangan dampak kabut asap. Pemkot berharap penanganan di tingkat kelurahan bisa bergerak lebih cepat selama status darurat berlaku.

Imbauan bagi Pengguna Jalan dan Transportasi Udara

BMKG bersama instansi terkait mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang terbatas. Bagi pengguna jasa transportasi udara, warga diminta terus memantau informasi resmi berkala dari pihak bandara menyusul fluktuasi cuaca ekstrem ini.

Warga Samarinda yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker dan membatasi waktu paparan. Kelompok rentan — anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan — menjadi prioritas yang diminta menahan diri hingga kualitas udara membaik.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top