KALIMANTAN TIMUR — Saat tertutup, iPhone Duo memakai layar Super Retina XDR 5,4 inci. Begitu dibuka, layar internalnya membentang 7,6 inci. Apple menyebut layar internal tersebut 50 persen lebih besar dibandingkan layar iPhone 18 Pro Max.
Kedua layar mendukung ProMotion, Always-On Display, dan tingkat kecerahan outdoor hingga 3.000 nit. Kombinasi ini membuat iPhone Duo bisa dipakai sebagai ponsel ringkas sehari-hari, lalu berubah jadi perangkat berukuran hampir tablet untuk multitasking.
Harga tinggi iPhone Duo salah satunya dibayar lewat material. Apple memakai titanium grade 5 dengan finishing polished mirror, Ceramic Shield 2 di bagian depan, dan Ceramic Shield di bagian belakang.
Bagian engselnya terdiri dari lebih dari 100 komponen. Fungsinya mengontrol gerakan buka-tutup sekaligus menopang bagian tengah layar. Apple juga menambahkan lapisan nano-texture pada layar internal untuk mengurangi pantulan dan membuat lipatan layar lebih samar saat digunakan.
Lipatan layar jadi salah satu perhatian terbesar di smartphone foldable. Apple mengatasinya lewat kombinasi engsel, material pelindung, dan lapisan khusus.
Layar internal memakai lapisan tahan gores serta material polimer dengan kekakuan hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan sejumlah material yang digunakan industri. Apple juga menempatkan kaca berkekuatan tinggi di atas dan bawah panel layar lipat.
Harga iPhone Duo berada jauh di atas iPhone biasa, bahkan varian tertingginya mendekati Rp31 juta di Indonesia. Angka itu menempatkannya di kelas premium yang bersaing langsung dengan foldable merek lain.
Apple belum merinci ketahanan engsel terhadap pemakaian jangka panjang, termasuk berapa siklus lipat yang diklaim. Durabilitas layar lipat dan biaya perbaikan jika terjadi kerusakan juga belum diungkap. Dua hal ini biasanya jadi pertimbangan utama sebelum membeli perangkat lipat.