Harga Pertalite Eceran di Sulsel Melonjak, Botol Besar Tembus Rp 35 Ribu

Penulis: Uki Damayanti  •  Minggu, 13 September 2026 | 11:05:01 WIB
Antrean kendaraan mengular di SPBU di Sulawesi Selatan akibat keterbatasan pasokan BBM subsidi.

KALIMANTAN TIMUR — Kesulitan memperoleh BBM subsidi di Sulsel membuat harga di tingkat pengecer melambung jauh dari harga normal. Antrean di berbagai SPBU yang mengular sejak pagi hingga malam memaksa warga memilih jalur alternatif meski harus membayar dua kali lipat lebih mahal.

Pertalite Botol Besar Naik Rp 20 Ribu dari Harga Normal

Di Makassar, pertalite eceran ukuran botol besar air mineral dijual Rp 35 ribu, naik dari harga biasanya Rp 15 ribu. Ukuran botol sedang kini dipatok Rp 25 ribu. Kenaikan ini murni dampak kelangkaan pasokan, bukan penyesuaian harga resmi dari Pertamina.

Rahma, warga Manggala, Makassar, mengaku memilih membeli BBM mahal daripada harus mengantre berjam-jam.

"Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Dia mengalihkan sebagian aktivitas ke ojek daring karena khawatir kehabisan BBM di tengah perjalanan. Mengantar anak ke sekolah, mengunjungi kerabat, dan urusan pekerjaan di luar kantor kini harus dihitung ulang agar tidak terjebak antrean.

Pedagang Takalar Harus Antre Dini Hari demi Dapat Pasokan

Muliati, pedagang BBM eceran asal Kabupaten Takalar, mengaku harus menunggu sejak pukul 01.00 hingga 02.40 WITA untuk memperoleh pasokan. Waktu itu dipilih karena antrean lebih singkat dibanding siang hari yang bisa mencapai empat sampai lima jam.

"Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan pertalite atau pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," kata Muliati.

Dia menerima jenis BBM apa pun yang tersedia karena tidak bisa memilih di tengah kondisi pasokan yang seret. Bagi pedagang kecil seperti Muliati, berhenti berjualan bukan pilihan.

Pertamini Jalan Minasa Upa Diserbu, Kemacetan Sampai Malam

Harga BBM di Pertamini juga ikut meroket, mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per liter dari harga normal Rp 10 ribu per liter. Meski mahal, antrean panjang tetap terlihat di beberapa titik.

Pertamini di Jalan Minasa Upa, Makassar, menjadi salah satu yang paling padat. Antrean kendaraan mengakibatkan kemacetan sejak sore hingga malam hari. Penampakan serupa terjadi di sejumlah Pertamini lain yang diserbu warga yang kehabisan BBM.

Pemda dan Pertamina Cari Solusi agar Antrean Tidak Berlarut

Pemerintah daerah dan Provinsi Sulsel tengah melakukan upaya solutif bersama Pertamina agar fenomena ini tidak berlangsung lama. Kelangkaan BBM telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik.

Belum ada keterangan resmi soal jadwal penambahan pasokan atau langkah konkret yang akan diambil. Warga di Makassar dan sekitarnya masih bergantung pada pengecer dan Pertamini untuk memenuhi kebutuhan harian selama antrean di SPBU belum terurai.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top