Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur merilis enam panduan pengelolaan air minum yang aman untuk mencegah penyakit bawaan air seperti diare dan tifoid, terutama saat musim kemarau menurunkan kualitas air bersih. Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menekankan ketersediaan dan pengelolaan air minum yang aman sebagai kunci menjaga daya tahan keluarga. Imbauan ini disampaikan di Samarinda, Rabu, seiring meningkatnya risiko kontaminasi air di musim kemarau.
SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan imbauan pengelolaan air minum yang aman bagi warga, menyusul risiko penurunan kualitas air bersih pada musim kemarau. Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyatakan pengelolaan air yang benar menjadi salah satu kunci menjaga daya tahan tubuh keluarga.
Penyakit yang mengintai saat kualitas air menurun antara lain diare, tifoid, dan sejumlah penyakit bawaan air lainnya. Dinkes Kaltim menyusun enam langkah preventif yang bisa langsung diterapkan dari lingkungan rumah.
Kemarau mempengaruhi ketersediaan dan kualitas air bersih. Kondisi ini membuka peluang kontaminasi bakteri pada sumber air yang dipakai warga sehari-hari.
Jaya menekankan bahwa air minum yang aman bukan hanya soal tersedia, tetapi juga soal cara mengelolanya. "Mari biasakan kelola air minum dengan aman untuk mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan masyarakat Kalimantan Timur yang semakin kuat. Mulai dari kita, untuk masa depan yang lebih sehat," ujarnya di Samarinda, Rabu.
Dinkes Kaltim merinci enam langkah yang bisa diterapkan langsung mulai dari lingkungan rumah:
Dinkes Kaltim menyebut diare dan tifoid sebagai dua penyakit yang kerap muncul akibat air minum yang tidak dikelola dengan benar. Keduanya menyebar melalui air yang terkontaminasi bakteri.
Jaya menegaskan pengelolaan air yang higienis harus menjadi kebiasaan keluarga, bukan hanya saat kemarau. "Keempat, ambil air secara higienis, yakni dengan selalu memastikan tangan dan peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih saat menyentuh air minum," sebutnya.
Untuk poin kelima, ia mengingatkan warga agar tidak mengonsumsi air yang menunjukkan tanda-tanda perubahan fisik. "Keenam, lindungi keluarga dan lingkungan dengan secara disiplin bersama-sama menjaga kebersihan sumber air yang ada di sekitar tempat tinggal," imbau Jaya.
Melalui penerapan enam langkah preventif ini, Dinkes Kaltim berharap masyarakat terhindar dari risiko penyakit bawaan air yang kerap mengintai saat kualitas air menurun di musim kemarau.
Imbauan ini menyasar langsung lingkungan rumah tangga, dengan penekanan pada peran aktif setiap keluarga dalam menjaga kebersihan sumber air di sekitar tempat tinggal.