Festival Film Kaltim 2026 Digelar di Samarinda, 111 Film Pendek Bersaing dan 2 Karya Tembus dari Brazil

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:03:01 WIB
Para peserta mengikuti Workshop Pengembangan Film Pendek di Temindung Creative Hub, Samarinda, Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Sebanyak 111 film pendek resmi masuk dalam Festival Film Akhir Pekan yang digelar di Temindung Creative Hub, Samarinda, pada 27-29 Agustus 2026. Ajang ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Agustusan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival yang digagas Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur itu berjalan paralel dengan dua agenda kreatif lain: Workshop Pengembangan Film Pendek serta Pameran Foto dan Pengumuman Pemenang Lomba Foto & Vlog. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Muhammad Faisal menyebut rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan karya sekaligus mendapatkan pengalaman baru.

Dua Film dari Brazil Ikut Meramaikan Kompetisi

Antusiasme terhadap subsektor perfilman di Kaltim terbilang tinggi. Tahun ini, panitia menerima 111 film pendek untuk empat kategori yang dipertandingkan, yakni nonkompetisi, Pelajar, Mahasiswa, dan Umum.

Menariknya, festival ini tidak hanya diikuti sineas lokal. Muhammad Faisal mengungkapkan sejumlah film berasal dari luar daerah, bahkan ada dua karya yang dikirim dari Brazil.

"Cukup bangga event ini ternyata banyak juga film berasal dari luar Kaltim dan ada dua film dari luar Indonesia, berasal dari Brazil," kata Faisal.

Kehadiran karya dari luar negeri menjadi warna tersendiri sekaligus menegaskan bahwa ruang kreatif yang dibangun di daerah dapat menjadi titik temu para pembuat film dari berbagai latar belakang.

Daftar Nominasi: Dari Pertunjukan Terakhir hingga Intel Tepi Gerobak

Untuk kategori Pelajar, tiga film yang masuk nominasi adalah Pertunjukan Terakhir, Alone, dan Sampai Jumpa di Luasnya Samudra. Sementara kategori Mahasiswa diisi oleh Siti's Promise, Sangkar, dan Gina.

Pada kategori Umum, terdapat enam film yang bersaing: The Balloon Is a Life Never Celebrated, Fractura, Betarsul, Nama Pertama, Tanpa Bisikan, dan Intel Tepi Gerobak. Adapun kategori nonkompetisi menghadirkan tujuh film seperti Sugeng Ndadi, Reparasi Memori, hingga Kodok Ning Jero Batok.

Film-film yang masuk nominasi akan diputar dan dinilai dewan juri sesuai jadwal yang ditentukan. Puncak acara awarding dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam.

Workshop Jadi Ruang Belajar Sineas Muda

Sebelum pemutaran film, Workshop Pengembangan Film Pendek telah dibuka pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Para peserta mendapat kesempatan menggali pengetahuan tentang proses pengembangan film pendek dari praktisi dan penggiat perfilman Kaltim. Faisal berharap workshop ini tidak sekadar menjadi pelatihan, tetapi mampu membuka wawasan sineas muda dalam mengembangkan karya.

"Dengan narasumber praktisi dan penggiat film Kaltim yang handal, mudahan para sineas muda yang mengikuti workshop ini dapat menggali pengetahuan dan wawasannya lebih baik," ucapnya.

Pameran Foto dan Vlog: 116 Peserta Siap Unjuk Karya

Selain festival film, Temindung Creative Hub juga menjadi ruang pamer karya fotografi. Pameran Foto dan Pengumuman Pemenang Lomba Foto & Vlog berlangsung pada 27-29 Agustus 2026.

Lomba Foto diikuti 78 peserta, sedangkan Lomba Vlog diikuti 38 peserta. Total 116 orang mengambil bagian dalam dua kompetisi tersebut.

Masyarakat dipersilakan datang langsung ke Temindung Creative Hub selama rangkaian kegiatan berlangsung. Informasi jadwal pemutaran dan rangkaian acara dapat diakses melalui kanal Instagram @festivalfilmakhirpekan.

"Jadi silahkan datang ke Temindung Creative Hub tanggal 27-29 Agustus 2026 dari pagi hingga malam, ada pameran peserta Lomba Foto dan pemutaran film pendek para nominasi Festival Film Akhir Pekan," ujar Faisal.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltimfaktual.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top