KALIMANTAN TIMUR — Jakarta - Aktivitas jual-beli pemain di bursa transfer musim panas 2026 berjalan panas. Beberapa klub Premier League tercatat meraup keuntungan besar dari penjualan aset mereka, baik dari sisi nominal maupun nilai plus dibanding harga beli sebelumnya.
Dari keenam klub tersebut, keuntungan didapat lewat strategi beli murah lalu jual mahal, atau memanfaatkan momen performa pemain yang sedang menanjak. Kondisi ini menjadi suntikan dana segar untuk belanja pemain anyar di sisa bursa.
Deretan klub yang paling cuan ini didominasi tim papan tengah yang berani melepas bintang utamanya. Ada pula tim besar yang berhasil menjual pemain pelapis dengan harga di atas ekspektasi pasar.
Berikut enam klub Premier League yang paling untung sejauh ini:
Brighton kembali membuktikan diri sebagai klub dengan model bisnis paling efisien di Inggris. Keuntungan terbesar mereka berasal dari penjualan pemain yang dibina sendiri atau dibeli dengan harga miring.
Klub asal pantai selatan ini selalu punya formula jitu: memoles pemain muda, lalu menjualnya dengan nilai berlipat saat performa sedang puncak.
West Ham memanfaatkan bursa ini untuk merombak skuad sambil menyehatkan kas klub. Mereka berhasil melepas beberapa pemain inti dengan nilai yang jauh melampaui harga beli beberapa musim lalu.
Dana segar tersebut langsung digunakan untuk memburu pemain pengganti dengan profil lebih muda dan potensi jual kembali yang tinggi.
Aston Villa bergerak cepat di awal bursa untuk memenuhi regulasi Financial Fair Play. Strategi mereka jelas: menjual pemain dengan keuntungan besar sebelum batas waktu perhitungan akhir musim.
Langkah ini membuat Villa tidak hanya aman dari sanksi, tapi juga punya ruang fiskal untuk mendatangkan rekrutan anyar.
Crystal Palace membuktikan bahwa akademi bisa menjadi ladang cuan. Beberapa produk didikan mereka yang menembus tim utama langsung dilego dengan nilai fantastis.
Klub asal London selatan ini tidak kesulitan mencari pengganti karena sudah menyiapkan kader berikutnya dari lini usia muda.
Chelsea melakukan pembersihan besar-besaran terhadap pemain yang tidak masuk rencana pelatih. Penjualan pemain pinjaman dan penghuni bangku cadangan ini menghasilkan pendapatan bersih yang cukup besar.
Uang hasil penjualan ini dipakai untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub setelah belanja fantastis di bursa-bursa sebelumnya.
Nottingham Forest memanfaatkan momen ketika beberapa pemainnya tampil menonjol di musim lalu. Mereka melego pemain kunci tersebut dengan harga yang menggembirakan.
Klub yang sempat berjuang di papan bawah ini kini punya modal besar untuk memperkuat skuad demi target yang lebih tinggi di musim 2026/2027.
Keuntungan besar yang diraih klub-klub tersebut diperkirakan akan memanaskan sisa bursa transfer. Mereka kini punya daya beli yang lebih kuat untuk mengamankan target utama sebelum bursa ditutup.
Persaingan di Premier League musim depan pun diprediksi semakin ketat dengan komposisi skuad yang lebih merata di semua lini.