Ole Romeny Jadi Tumpuan Lini Depan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:04:01 WIB
Ole Romeny menjalani latihan bersama skuad Timnas Indonesia di Jakarta, Kamis (24/4/2026), jelang FIFA ASEAN Cup 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Jakarta, 24 April 2026 — Timnas Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia dan Singapura sudah dipastikan menjadi lawan, sementara satu slot tersisa menunggu pengganti India yang memilih mundur.

Skuad asuhan John Herdman datang dengan modal evaluasi. Sejak mulai bekerja pada Januari 2026, pelatih asal Inggris itu membukukan lima kemenangan, sekali imbang, dan dua kekalahan. Timnya mencetak 17 gol dan kebobolan enam gol.

Ole Romeny: Ujung Tombak dengan Enam Gol

Penyerang 25 tahun itu menjadi sorotan utama di lini depan. Setelah dinaturalisasi setahun lalu, Romeny konsisten tampil sebagai ujung serangan andalan.

Musim lalu ia fokus memulihkan cedera bersama Oxford United. Kini, kepindahannya ke Fortuna Sittard langsung diikuti gol pada pekan perdana Eredivisie saat Fortuna menahan PSV Eindhoven 2-2 dua pekan lalu.

Dengan postur 185 cm, Romeny punya dribel rapi, akselerasi cepat, dan ketenangan saat satu lawan satu. Mobilitasnya yang tinggi memungkinkan ia turun menjemput bola dan membuka ruang bagi rekan setim.

Mitchell Baker: Alternatif Muda Berpostur 196 cm

John Herdman tidak bergantung pada satu nama. Mitchell Baker, striker 19 tahun dari Vermont Green FC (Amerika Serikat), disiapkan sebagai alternatif bila Romeny menemui kebuntuan atau saat rotasi diperlukan.

Baker menjalani debut hanya dua pekan setelah resmi menjadi WNI. Di Piala AFF 2026, ia mengemas empat gol dalam empat laga, termasuk hattrick pada debut kontra Kamboja dan satu gol penentu kemenangan melawan Timor Leste.

Dengan tinggi 196 cm, Baker unggul dalam duel udara dan cermat mencari ruang di kotak penalti. Ia juga mampu menahan bola sebagai target man dan efisien dalam penyelesaian akhir.

Amunisi dari BRI Super League dan Diaspora

Kompetisi domestik juga menyumbang opsi untuk sektor penyerangan. Tren pemain diaspora tampil di liga lokal menguat, dengan nama-nama seperti Rafael Struick, Eliano Reijnders, Thom Haye, Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen.

Ragnar meninggalkan Eropa usai memperkuat FCV Dender di Belgia dan kini berseragam Persib Bandung. Ketajamannya masih terlihat di Piala AFF 2026 ketika ia mencetak gol ke gawang Singapura meski Indonesia gagal melaju jauh.

Penyerang lokal juga patut diperhitungkan. Ramadhan Sananta mulai mencari panggung bersama Persebaya, kecepatan Beckham Putra bisa dimanfaatkan, serta Marselino Ferdinan dapat diandalkan bila kondisi pascaoperasi memungkinkan. Luke Vickery, striker muda naturalisasi yang bermain di Liga Australia, menjadi opsi tambahan untuk memperdalam lini depan.

Dengan kombinasi pemain Eropa, liga domestik, dan diaspora, Herdman punya lebih banyak pilihan untuk menjaga ketajaman sepanjang turnamen.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top