SAMARINDA — Ancaman kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Timur memaksa sektor kesehatan bergerak lebih dini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menjamin ketersediaan stok logistik medis aman, termasuk puluhan ribu masker yang akan segera didistribusikan ke wilayah dengan risiko paparan tertinggi.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menegaskan langkah mitigasi ini krusial untuk melindungi kelompok rentan. "Kami telah mengamankan seluruh stok logistik medis sebagai langkah mitigasi demi melindungi kesehatan warga yang rentan," ujarnya di Samarinda, Kamis.
Distribusi masker dewasa difokuskan ke Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser. Ribuan jiwa dari kelompok anak balita, ibu hamil, dan lanjut usia menjadi sasaran utama penerima bantuan.
Pemetaan fasilitas kesehatan dari tingkat dasar hingga rujukan juga tengah digencarkan. Langkah ini memastikan operasional layanan medis berjalan optimal tanpa hambatan kelangkaan barang di tengah potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain menyiapkan stok masker, Dinkes Kaltim mengoptimalkan pemantauan tren kualitas udara melalui platform sistem informasi pelaporan krisis kesehatan harian. Seluruh laporan kejadian paparan asap dan lonjakan pasien wajib masuk dalam sistem tanggap darurat maksimal 24 jam.
"Kecepatan proses integrasi data lapangan sangat membantu petugas dalam mengambil keputusan strategis penanganan medis yang akurat tanpa menunggu jatuhnya banyak korban jiwa," tegas Jaya.
Dinkes Kaltim memperkuat koordinasi dengan badan penanggulangan bencana untuk mempercepat respons layanan medis di daerah rawan. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menjaga pola hidup bersih.
"Mari bersama menjaga kondisi kekebalan tubuh agar ancaman polusi udara ini bisa segera teratasi tanpa meninggalkan sebuah dampak penyakit pernapasan yang kronis," imbau Jaya Mualimin.