KALIMANTAN TIMUR — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company TelkomGroup menuntaskan perbaikan infrastruktur telekomunikasi yang rusak akibat gempa bumi di NTT. Fase darurat pemulihan dinyatakan rampung dan kini perusahaan memasuki tahap penguatan layanan serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama selama proses percepatan pemulihan ini. "Fokus utama kami adalah memastikan konektivitas masyarakat dapat segera kembali normal, dengan tetap menempatkan keselamatan seluruh personel sebagai prioritas," ujarnya dalam pernyataan resmi, kemarin.
Dian menegaskan bahwa keberhasilan memulihkan layanan dalam waktu tiga hari tidak lepas dari kerja cepat tim gabungan. "Kami bersyukur seluruh layanan kini telah kembali normal hanya dalam waktu tiga hari. Kecepatan pemulihan ini tidak terlepas dari kerja cepat seluruh tim TelkomGroup, serta kolaborasi erat dengan pemerintah, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat," jelas Dian.
Ia menambahkan apresiasi atas sinergi yang memungkinkan masyarakat NTT kembali terhubung dengan layanan digital. Pemulihan ini mencakup seluruh segmen layanan, mulai dari jaringan tetap, seluler, hingga layanan internet korporat dan institusi pemerintah di wilayah terdampak.
Dengan rampungnya perbaikan infrastruktur, TelkomGroup kini mengalihkan fokus pada penguatan layanan agar jaringan tetap stabil selama masa pemulihan. Perusahaan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Langkah ini dinilai krusial mengingat kebutuhan konektivitas yang tinggi untuk koordinasi bantuan, layanan darurat, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang mulai bangkit pascagempa. Pemulihan infrastruktur telekomunikasi menjadi prioritas pemerintah daerah agar roda pemerintahan dan layanan publik kembali berjalan normal.
TelkomGroup mencatat seluruh jaringan di NTT telah beroperasi stabil dan tidak ada lagi gangguan signifikan yang dilaporkan hingga hari ini. Perusahaan memastikan akan terus memantau kondisi jaringan secara berkala dan menyiagakan personel teknis di lapangan selama masa tanggap darurat berlangsung.