KALIMANTAN TIMUR — Burnley resmi memutus kontrak sponsor utama di bagian depan jersey mereka dengan Finotive One, perusahaan yang menyebut dirinya sebagai "ekosistem trading", pada Jumat (15/8). Keputusan ini diambil hanya berselang 42 hari sejak kerja sama diteken dan dua hari sebelum Burnley menjamu West Ham United di Turf Moor, Minggu (17/8).
Dalam pernyataan resminya, klub menyebut langkah ini diambil "untuk melindungi kepentingan klub dan para pendukung". Namun, Burnley tidak memberikan jawaban detail soal alasan di balik pembatalan mendadak tersebut. Yang jelas, langkah ini kemungkinan besar memakan biaya yang tidak sedikit.
Dampak pemutusan kontrak langsung terasa. Jersey kandang dan tandang Burnley musim 2026-27 yang sudah dijual dengan logo Finotive One di bagian depan kini ditarik dari situs resmi klub. Produk tersebut juga dipastikan tidak tersedia di toko klub sebelum laga pembuka musim melawan West Ham.
Suporter yang sudah terlanjur membeli jersey dengan sponsor lama diberi dua opsi: pengembalian dana penuh atau penukaran dengan jersey baru yang akan memakai logo Vertu Motors, jaringan dealer mobil nasional Inggris yang sudah menjalin kerja sama dengan Burnley sejak 2022.
Keputusan ini terasa lebih ironis karena baru dua pekan lalu Burnley meluncurkan jersey tandang krem yang disebut-sebut sebagai "third kit" dengan video promosi gemerlap. Video tersebut menampilkan deretan bintang: mantan pemain NFL dan minor investor Burnley, JJ Watt, mantan kapten kriket Inggris James Anderson, hingga aktor Arnold Schwarzenegger.
Video promosi itu kini menjadi usang. Sebagian suporter mungkin akan menyimpan jersey edisi Finotive One sebagai barang koleksi, tetapi mayoritas diprediksi akan memilih penukaran dengan jersey berlogo Vertu Motors.
Kasus Finotive One bukan yang pertama bagi Burnley di era kepemilikan ALK Capital. Sebelumnya, LoveBet, merek judi asal Asia, meneken kontrak tiga tahun pada Desember 2020, tetapi hanya bertahan dua musim setelah perusahaan tersebut mengalami kesulitan finansial.
Setelah LoveBet, deretan sponsor judi terus berganti: SpreadEx, W88 dari Filipina, lalu 96.com yang diteken pada 2024 dengan kontrak dua tahun. Terkait 96.com, Komisi Perjudian Inggris sempat memberi peringatan kepada Burnley dan tiga klub lain karena situs tersebut dijalankan oleh TGP Europe yang telah menyerahkan lisensi perjudian Inggrisnya. Investigasi menemukan TGP Europe gagal melakukan pemeriksaan memadai terhadap mitra bisnis dan melanggar aturan anti pencucian uang.
Untuk menggantikan Finotive One, Burnley bergerak cepat dengan menunjuk Vertu Motors, yang sudah memiliki hubungan sponsor dengan klub sejak 2022. Namun, karena negosiasi dilakukan mendadak, posisi tawar Burnley dipastikan lemah. Nilai kerja sama dengan Vertu Motors belum diumumkan, tetapi hampir pasti di bawah nilai kontrak Finotive One yang disebut-sebut sebagai tawaran paling menguntungkan beberapa pekan lalu.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Burnley, baik dari sisi finansial maupun reputasi, tepat di saat mereka bersiap memulai perjalanan panjang di Championship setelah terdegradasi dari Premier League.