KALIMANTAN TIMUR — Bunda, jika si kecil sudah 8 hari MPASI tapi makanan sering keluar lagi dari mulutnya, tarik napas dulu. Ini bukan berarti Bunda gagal atau makanannya salah. Sejak lahir, bayi hanya terlatih melakukan satu gerakan oral: mengisap. Gerakan ini melibatkan lidah yang mendorong ke depan dan ke atas. Sementara untuk menelan makanan semi-padat, lidah justru harus bergerak ke belakang untuk mendorong makanan ke kerongkongan.
Dua gerakan ini tidak kompatibel secara otomatis. Butuh latihan berulang sebelum koordinasi itu terbentuk. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut tongue thrust reflex — refleks alami yang membuat lidah mendorong benda asing keluar dari mulut. Refleks ini akan melemah seiring konsistensi latihan MPASI, biasanya dalam kurun 2 hingga 4 minggu pertama.
Tidak ada patokan hari yang berlaku untuk semua bayi. Sebagian bayi mulai menelan lancar di hari ke-5, sebagian lainnya baru benar-benar "klik" di minggu ke-3 atau ke-4. Yang perlu Bunda pantau bukan berapa hari berlalu, melainkan apakah ada progres kecil dari sesi ke sesi.
Tanda progres yang bisa diamati di antaranya:
Banyak ibu yang menunda pemberian lemak tambahan seperti extra virgin olive oil (EVOO) dengan alasan ingin bayi "belajar dulu" di awal MPASI. Padahal, rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) justru menekankan bahwa lemak adalah komponen wajib MPASI sejak hari pertama, bukan tambahan opsional.
Kepadatan energi makanan bayi yang volumenya masih sangat kecil sangat bergantung pada lemak. Otak bayi usia 6 bulan sedang berada di fase pertumbuhan pesat, dan lemak adalah bahan bakar utamanya. EVOO adalah pilihan tepat karena kandungan lemak tak jenuh tunggalnya tinggi. Bunda juga bisa memvariasikan dengan minyak kelapa, mentega tawar tanpa garam, atau kuning telur ayam kampung yang dikocok ke dalam puree.
Bunda tidak perlu panik selama kondisi di bawah ini terpenuhi:
Waktu makan yang tepat sangat menentukan. Berikan MPASI saat bayi dalam kondisi lapar ringan — bukan lapar banget yang bikin ia rewel, dan bukan kenyang yang bikin ia tidak tertarik. Sekitar 1–1,5 jam setelah menyusu biasanya waktu yang ideal.
Posisi duduk juga krusial. Pastikan kepala dan tubuh bayi tegak, tidak miring, agar ia bisa fokus menelan. Suasana makan tanpa distraksi — matikan TV, jauhkan mainan, dan ciptakan sesi 15–20 menit yang tenang antara Bunda dan bayi.
Perhatikan konsistensi tekstur. Puree yang terlalu cair akan mengalir sendiri dan tidak melatih otot telan. Sebaliknya, yang terlalu kental menyulitkan bayi memindahkan makanan di dalam mulut. Targetkan tekstur seperti yogurt yang agak encer — mengalir lancar dari sendok tapi tidak menetes cepat.
Waspadai dan segera konsultasikan ke dokter spesialis anak jika bayi menunjukkan tanda-tanda berikut:
Di hari ke-8 MPASI, Bunda masih berada di fase yang sangat awal. Fokuslah pada proses, bukan pada berapa gram yang masuk. Bahkan 1–2 sendok yang benar-benar tertelan per sesi sudah cukup bermakna di minggu pertama. Yang terpenting, bayi menunjukkan ketertarikan dan tidak ada reaksi negatif. Jaga jadwal menyusunya — ASI atau sufor tetap menjadi sumber nutrisi utama di usia 6–7 bulan, dan MPASI hanyalah pengenalan rasa, tekstur, serta gerakan menelan yang baru.