SAMARINDA — Hj. Sri Lestari Nusyirwan resmi memimpin Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kalimantan Timur periode 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musprov IX di Aula TP PKK Kota Samarinda, Jumat (31/7/2026). Ia menjadi calon tunggal menggantikan Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun yang memimpin organisasi selama empat tahun terakhir.
Musprov IX dihadiri Bendahara Umum KONI Kaltim Siti Astridya yang mewakili Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim Agustin, Wakil Ketua TP PKK Samarinda E L Nova Saefuddin Zuhri, serta pengurus PERWOSI dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan Bontang.
Puncak pencapaian di era Rinda terjadi pada 2025 ketika kontingen PERWOSI Kaltim merebut Juara III Lomba Senam Kreasi pada Rakernas PERWOSI di Jakarta. Capaian ini menjadi pembuktian bahwa pembinaan olahraga perempuan yang berkelanjutan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Prestasi ini bukan milik satu orang, melainkan hasil kerja keras seluruh pengurus, anggota, pelatih, serta dukungan berbagai pihak yang selama ini bersama-sama membesarkan PERWOSI Kalimantan Timur,” ujar Rinda yang juga istri Wali Kota Samarinda tersebut.
Di bawah kepemimpinan Rinda, PERWOSI Kaltim menjalankan program senam bersama setiap Minggu pagi di halaman Kantor KONI Kaltim. Kegiatan ini tidak hanya diikuti anggota PERWOSI, tetapi juga organisasi perempuan dan masyarakat umum. Pembinaan tenis lapangan rutin digelar setiap Selasa dan Sabtu untuk menjaga kebugaran anggota.
Organisasi ini juga aktif dalam kegiatan sosial seperti pembagian takjil dan bantuan sembako saat Ramadan, santunan anak yatim, bakti sosial, hingga seminar pemberdayaan perempuan. Berbagai agenda nasional turut diikuti, termasuk peringatan Hari Ibu, HUT Provinsi Kaltim, Rakernas PERWOSI, serta pencanangan Pelatda PON XXI.
Dalam sambutan perdananya, Sri Lestari mengapresiasi dedikasi Rinda yang dinilainya berhasil membawa PERWOSI Kaltim berkembang pesat. “Saya tidak menggombal, tetapi memang faktanya sudah terbukti. Prestasi PERWOSI pada kepemimpinan Bu Rinda tahun 2022 sampai 2026 nyata dan bisa kita lihat bersama,” katanya disambut tepuk tangan peserta Musprov.
Sri Lestari menegaskan amanah yang diembannya hanya dapat dijalankan melalui kebersamaan seluruh pengurus. “Saya tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa kerja sama semuanya tidak akan berarti apa-apa. Mari kita bersama-sama membesarkan PERWOSI,” ujarnya.
Rinda menyebut Musprov IX bukan sekadar agenda memilih ketua baru, melainkan momentum evaluasi sekaligus menyusun langkah strategis memajukan PERWOSI ke depan. Meski mengakui masih terdapat kekurangan, ia meyakini program yang telah dijalankan menjadi fondasi penting bagi kemajuan organisasi.
“Saya berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan, menghadirkan inovasi baru, dan membawa PERWOSI Kalimantan Timur semakin maju, profesional, berprestasi, serta semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.