SAMARINDA — Pertemuan silaturahmi antara jajaran pengurus cabang olahraga dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur berlangsung di kompleks Aubry Padel, Jalan Juanda, Samarinda, Jumat sore (21/7/2026). Agenda utamanya menyamakan visi pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser.
Malvin Ardento, yang memimpin Pengurus Provinsi Indonesia Cycling Federation (ICF) Kaltim, datang didampingi sejumlah penggiat olahraga, antara lain Dwiky Octavinaz, Adi Putra, Kevin Adrian, Deddy Alamsyah, Salahuddin, dan Abie Hasan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pengurus cabang, klub, dan KONI menjadi kunci utama mencetak atlet berprestasi.
Menurut Malvin, komunikasi yang intensif antar pemangku kepentingan olahraga diperlukan agar program pembinaan berjalan seirama. Ia menyebut pertemuan ini menjadi momentum strategis, bukan sekadar ajang silaturahmi biasa.
"Silaturahmi ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan menyamakan visi dalam memajukan olahraga di Kalimantan Timur, terutama menjelang Porprov VIII," ujarnya.
Di luar agenda Porprov, diskusi juga menyoroti perkembangan olahraga padel yang tengah naik daun di Kaltim. Ketua KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, yang dikenal sebagai pelopor padel di daerah ini, menilai olahraga tersebut punya potensi besar menjangkau semua kalangan masyarakat.
Padel sendiri dijadwalkan tampil sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Porprov VIII Kaltim. Saat ini, olahraga yang mirip perpaduan tenis dan squash itu telah mengakar di sejumlah kota, termasuk Samarinda dan Balikpapan.
Pembinaan di Samarinda salah satunya berpusat di Aubry Padel. Sementara di Balikpapan, komunitas dan klub seperti 22 Padel serta Royal Padel Balikpapan mulai gencar memperkenalkan olahraga ini ke publik; Royal Padel bahkan disebut tengah dalam tahap finishing.
Para pegiat berharap pembinaan yang berkelanjutan mampu mendorong padel naik kelas menjadi cabang olahraga resmi, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional. Popularitasnya yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir dinilai menjadi modal besar untuk pengembangan ke depan.