Tesla Capai 10 Juta Mobil Listrik, Setengah Jalan Menuju Target 20 Juta Unit

Penulis: Zaki Mubarak  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 03:06:01 WIB
Tesla mencatatkan produksi kendaraan listrik ke-10 juta unit di tengah ekspansi yang membutuhkan pengeluaran modal tinggi.

KALIMANTAN TIMUR — Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Tesla, Inc., mencatatkan tonggak sejarah baru dengan produksi kendaraan listrik ke-10 juta unit. Angka ini dicapai di tengah periode ekspansi besar-besaran yang membutuhkan pengeluaran modal (capex) tinggi, sebuah strategi yang memicu kekhawatiran arus kas jangka pendek di kalangan investor.

Koreksi Harga Saham 27 Persen Tak Mengubah Rekomendasi Hold

Meski harga saham Tesla terkoreksi hingga 27 persen, sejumlah analis pasar masih merekomendasikan posisi tahan (hold) untuk saham perusahaan. Alasan utamanya adalah pengeluaran modal yang masif saat ini dinilai sebagai investasi untuk pembangunan pabrik dan pengembangan teknologi jangka panjang.

Tekanan capex ini disebut sebagai bagian dari fase pertumbuhan multi-tahun yang akan menentukan kapasitas produksi Tesla ke depan. Analis melihat tantangan arus kas jangka pendek sebagai risiko yang sudah diperhitungkan, sementara potensi permintaan global terhadap kendaraan listrik tetap kuat.

SpaceX Dilirik Investor karena Potensi Kecerdasan Buatan

Di sisi lain, perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, justru direkomendasikan sebagai pilihan investasi yang menarik. Ketertarikan ini didorong oleh potensi pertumbuhan di bidang kecerdasan buatan (AI) yang bisa diintegrasikan dengan teknologi satelit dan komunikasi milik SpaceX.

Rekomendasi ini menunjukkan diversifikasi minat investor pada portofolio perusahaan yang dipimpin Elon Musk. Sementara Tesla fokus pada produksi massal dan efisiensi manufaktur, SpaceX dinilai memiliki prospek berbeda yang tidak terpengaruh oleh siklus belanja modal otomotif.

Fase Pembangunan Multi-Tahun Jadi Kunci Evaluasi Kinerja

Pencapaian 10 juta unit produksi menjadi bukti kapasitas manufaktur Tesla yang terus meningkat. Namun, para analis mengingatkan bahwa kinerja keuangan jangka pendek belum bisa dijadikan tolok ukur utama selama fase ekspansi ini berlangsung.

Keputusan untuk menahan saham Tesla mencerminkan keyakinan bahwa belanja modal saat ini akan membuahkan hasil dalam beberapa tahun ke depan. Investor disarankan untuk memantau perkembangan produksi dan pengiriman unit sebagai indikator utama, bukan fluktuasi harga saham harian.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: pluang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top