Harga Emas Antam Naik Rp 6.000 ke Rp 2.711.000 per Gram pada 13 Juni 2026, Cetak Rekor Baru

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:20:01 WIB
Harga emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 2.711.000 per gram pada 13 Juni 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah tren penguatan harga emas global yang masih berlanjut. Faktor utama pendorongnya adalah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuannya pada semester kedua tahun ini.

Potongan Hanya Rp 15.000, Harga Buyback Ikut Naik

Untuk harga pembelian kembali (buyback) atau harga yang diterima nasabah saat menjual emas batangan, Antam menetapkan di level Rp 2.696.000 per gram. Angka ini juga naik Rp 6.000 dari harga buyback sebelumnya.

Selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback saat ini tercatat sebesar Rp 15.000 per gram. Artinya, investor yang menjual kembali emasnya pada hari ini akan mendapatkan harga yang hampir setara dengan harga beli.

Daftar Harga Emas Antam untuk Berbagai Pecahan

Antam juga merilis harga untuk pecahan yang lebih kecil dan lebih besar. Berikut rincian lengkapnya:

  • Pecahan 0,5 gram: Rp 1.355.500
  • Pecahan 5 gram: Rp 12.555.000
  • Pecahan 10 gram: Rp 24.555.000
  • Pecahan 50 gram: Rp 121.650.000
  • Pecahan 100 gram: Rp 242.820.000
  • Pecahan 500 gram: Rp 1.212.600.000
  • Pecahan 1.000 gram: Rp 2.424.600.000

Apa Arti Rekor Baru Ini bagi Investor?

Kenaikan harga emas Antam menjadi kabar positif bagi investor yang telah mengoleksi logam mulia sejak awal tahun. Sejak Januari 2026, harga emas Antam telah mencatatkan kenaikan lebih dari 15 persen.

Bagi yang baru ingin mulai investasi, selisih harga jual dan buyback yang tipis membuat emas Antam tetap menarik sebagai aset lindung nilai. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga global dan kebijakan suku bunga The Fed yang menjadi pemicu utama volatilitas.

Investasi mengandung risiko. Keputusan membeli atau menjual emas sepenuhnya bergantung pada profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top