KALIMANTAN TIMUR — Asco Automotive secara resmi memutuskan untuk tidak lagi menjadi mitra resmi Daihatsu. Melalui pernyataan di media sosial, perusahaan menyebut langkah ini sebagai respons terhadap perubahan teknologi berkendara yang bergerak sangat cepat. "Dunia terus bergerak dan teknologi berkendara berkembang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kini saatnya ASCO mengambil langkah revolusioner," tulis perusahaan, dikutip Senin (8/6/2026).
Seluruh gerai Daihatsu milik Asco yang tersebar di DKI Jakarta dan Jawa Timur akan berhenti beroperasi mulai Juni 2026. Setelah itu, lokasi-lokasi tersebut akan berubah identitas menjadi dealer Chery.
Keputusan ini berdampak langsung pada akses layanan purna jual bagi pelanggan setia Asco Daihatsu di dua wilayah tersebut. Mereka harus mencari bengkel resmi Daihatsu alternatif di luar jaringan Asco.
Chery dinilai memiliki portofolio kendaraan elektrifikasi yang lebih kuat dibandingkan Daihatsu. Produk seperti Omoda 5 EV dan seri Tiggo Hybrid menjadi daya tarik utama bagi Asco yang ingin berinvestasi di masa depan elektrifikasi.
Di sisi lain, Daihatsu hingga saat ini masih didominasi oleh kendaraan bermesin konvensional di pasar Indonesia. Ketimpangan ini menjadi faktor utama pergeseran strategi bisnis Asco.
Dengan masuknya Asco, Chery mendapatkan infrastruktur distribusi yang sudah mapan dan basis pelanggan potensial yang luas. Langkah ini memperkuat posisi merek asal Tiongkok tersebut untuk bersaing dengan raksasa otomotif Jepang.
Model seperti Tiggo 5X disebut siap menantang dominasi Daihatsu Rocky di segmen SUV kompak. Keputusan Asco menunjukkan bahwa loyalitas kemitraan puluhan tahun bisa goyah saat dihadapkan pada disrupsi teknologi dan perubahan tren konsumen global.