KALIMANTAN TIMUR — PLN UP3 Kotamobagu langsung mengisolasi jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV yang menyuplai kawasan terdampak banjir di Desa Solimandungan I dan II. Pemadaman darurat ini dilakukan secara taktis untuk mencegah kebocoran arus listrik di pemukiman yang masih tergenang air.
“Begitu menerima laporan banjir bandang, petugas PLN segera melakukan pemadaman darurat dan pengamanan sistem kelistrikan guna menghindari potensi bahaya sengatan listrik,” ujar Manager PLN UP3 Kotamobagu, Reki Wowiling, dalam keterangan resmi.
Di sisi lain, perusahaan menyalurkan 150 paket sembako, 150 kardus air mineral, 50 unit kasur, 50 lembar tikar, dan 2 unit tandon air bersih. Bantuan ini menyasar warga yang kehilangan harta benda akibat banjir di kawasan Solimandungan Raya.
Luapan Sungai Botuk tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum. Masjid An-Nur Solimandungan II, SDN 2 Solimandungan II, Kantor Desa, Pustu, dan gedung TK ikut terendam material lumpur dan kayu. Banjir bahkan merembet hingga Desa Solimandungan Baru dan Desa Komangaan.
Salah satu warga terdampak, Yusran Paputungan dari Desa Komangaan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas PLN. “Paket sembako, air bersih, kasur, dan tikar ini sangat kami butuhkan karena banyak barang kami yang hanyut dan rusak,” katanya.
Bukan hanya soal listrik, pegawai PLN UP3 Kotamobagu bersama tenaga alih daya juga turun langsung membersihkan lumpur di fasilitas umum dan pemukiman warga. Aksi gotong royong ini melibatkan Srikandi PLN dan Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Kotamobagu.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan komitmen perusahaan untuk hadir secara kemanusiaan. “Keselamatan warga adalah prioritas utama kami saat banjir melanda. Pascabencana, fokus kami adalah membantu warga kembali bangkit,” ujarnya.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Renti Mokoginta, mengapresiasi langkah cepat PLN. “Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan bencana memerlukan kolaborasi erat multi-pihak agar masyarakat terdampak bisa segera pulih,” katanya. Camat Bolaang, Ninik Kusrini Tohis, menambahkan bahwa kehadiran fisik petugas PLN memberikan dampak proteksi dan sosial yang nyata bagi wilayahnya.