Laptop 8GB RAM Kembali Menggoda di 2025: Dari Dell XPS 13 hingga Surface Laptop, Apa Kata Ahli?

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 21:14:01 WIB
Laptop 8GB RAM kembali populer di pasar dengan berbagai model terbaru dari merek ternama.

KALIMANTAN TIMUR — Setelah sempat menghilang, laptop 8GB RAM kembali membanjiri pasar. Di ajang Computex 2025 pekan lalu, Tom's Hardware mencatat sejumlah model anyar dari merek besar yang menjadikan 8GB sebagai opsi entry-level. Dell XPS 13 terbaru, misalnya, hadir dengan banderol awal yang menggoda namun hanya dibekali RAM 8GB. Pembeli bisa memilih varian 16GB, tentu dengan harga lebih tinggi.

Acer juga tak ketinggalan. Swift Air 14 yang ditenagai prosesor Intel Wildcat Lake terbaru ikut membawa konfigurasi 8GB. Di segmen yang lebih agresif secara harga, Chuwi UniBook dibanderol di bawah US$500 (sekitar Rp8,2 juta) dan hanya tersedia dalam opsi RAM yang sama. Yang paling mengejutkan datang dari Microsoft: Surface Laptop for Business 13 inci yang dirilis bulan lalu juga memulai dari 8GB. Konsekuensinya, perangkat ini tidak memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC karena Microsoft mewajibkan minimal 16GB untuk fitur AI tersebut.

MacBook Neo Jadi Katalisator

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan MacBook Neo. Apple berani menjual laptop dengan RAM 8GB di harga yang sangat kompetitif, dan pasar merespons positif. Kabar dari rantai pasok menyebut Apple menggandakan produksi MacBook Neo tahun ini dari 5 juta menjadi 10 juta unit—sebuah angka yang sulit diabaikan oleh kompetitor.

Produsen laptop Windows pun mengikuti jejak yang sama. Intel Wildcat Lake dan Qualcomm Snapdragon C, prosesor anyar yang hemat daya, menjadi pasangan ideal untuk konfigurasi 8GB. Acer Aspire Go 15 adalah salah satu contoh laptop Windows on Arm yang kemungkinan besar akan mengusung RAM 8GB untuk menekan harga jual.

Apakah 8GB Masih Cukup untuk 5 Tahun ke Depan?

Untuk tugas harian seperti membuka email, browsing, menonton video, dan mengolah dokumen ringan, 8GB jelas masih sanggup. MacBook Neo sudah membuktikannya. Windows 11 juga bisa berjalan cukup mulus, apalagi Microsoft sedang gencar menjalankan kampanye "fix Windows 11" untuk mengurangi konsumsi memori.

Masalahnya ada di masa depan. Sebagian besar laptop modern menyolder RAM ke motherboard, membuat upgrade tidak mungkin dilakukan. Jika Anda berencana memakai laptop selama lima tahun ke depan, 8GB kemungkinan akan terasa sempit. Terlebih jika fitur AI berbasis lokal—yang kini mulai diadopsi oleh Windows, macOS, dan Chrome OS—semakin dominan dalam sistem operasi. Copilot+ PC yang membutuhkan 16GB adalah contoh nyata ke mana arah industri ini.

Kesimpulan: Siapa yang Cocok, Siapa yang Harus Menghindar

Laptop 8GB RAM adalah pilihan yang masuk akal untuk pengguna dengan anggaran terbatas yang hanya butuh perangkat untuk tugas dasar dan siap mengganti dalam 2-3 tahun. Namun, bagi pengguna yang menginginkan perangkat tahan lama atau berniat menjajal fitur AI generasi terbaru, mengeluarkan dana lebih untuk varian 16GB adalah investasi yang lebih bijak. Di tengah tekanan harga komponen yang terus naik, produsen memang mengambil jalan pintas. Tugas konsumen adalah memastikan jalan itu tidak buntu di tengah perjalanan.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top