BALIKPAPAN — Ratusan bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Balikpapan dalam peringatan Milad Aisyiyah ke-109. PW Aisyiyah Kalimantan Timur menargetkan 2.026 bibit sebagai simbol komitmen menghadapi perubahan iklim sekaligus membangun karakter generasi muda.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menjelaskan Gerakan Seribu Cahaya merupakan inisiatif PP Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup. Program ini mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panel surya.
“Jika sekitarmu gelap, engkaulah yang menyalakan terang,” ujar Mu’ti mengutip slogan gerakan tersebut. Ia menegaskan penanaman mangrove tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki dimensi ibadah dengan merujuk pada hadis dalam kitab Bulughul Maram tentang menghidupkan lahan tidak produktif.
Program Sekolah Asri di SMA Negeri 8 Balikpapan diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah lain di Indonesia. Abdul Mu’ti menyebut lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan sejalan dengan Permendiknas Nomor 6 Tahun 2026.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi integrasi pendidikan karakter dengan kepedulian lingkungan dalam program ini. Ia berharap kader lingkungan yang terbentuk dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.
“Tidak ada satu pun anak Kalimantan Timur yang tidak bisa kuliah hanya karena masalah ekonomi,” tegas Hetifah. Menurutnya, sinergi pendidikan dan pelestarian lingkungan menjadi fondasi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud mengingatkan kegiatan penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Ia menyebut Kalimantan Timur merupakan barometer perdagangan karbon di Asia Pasifik.
“Hutan mangrove mampu menyimpan hingga 1.000 ton karbon per tahun, sedangkan lahan gambut sekitar 500 ton,” kata Rudi. Ia menambahkan provinsi ini menghasilkan sekitar 30 persen minyak dan gas nasional serta 61 persen produksi batu bara nasional, sehingga menjaga kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
Ketua PW Aisyiyah Kalimantan Timur, Nurhayati Tapa, menyatakan puncak peringatan Milad Aisyiyah ke-109 akan digelar pada 20 Juli mendatang. Berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan telah dan akan terus dilaksanakan di sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
Penanaman 2.026 bibit mangrove ini menjadi simbol komitmen Aisyiyah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter, peduli lingkungan, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.