Dinsos PPU Optimalkan Rumah Singgah untuk Warga Terlantar dan ODGJ, Akui Masih Minim Personel

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:44:59 WIB
Petugas Dinsos PPU mengelola rumah singgah untuk warga terlantar, ODGJ, dan lansia di wilayah IKN.

PENAJAM — Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengakui masih menghadapi kendala sumber daya manusia dalam mengoptimalkan rumah singgah yang dikelolanya. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi warga terlantar, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan lansia yang membutuhkan penanganan khusus.

Rumah singgah yang dikelola Dinsos PPU ini menjadi salah satu garda terdepan dalam pelayanan sosial di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut. Keberadaannya sangat vital, terutama untuk menjaring warga yang membutuhkan perlindungan dan rehabilitasi dasar.

Minim Personel Jadi Kendala Utama

Kepala Dinsos PPU, melalui keterangan resminya, menyebutkan bahwa jumlah personel yang ada saat ini belum sebanding dengan beban kerja di lapangan. Petugas tidak hanya bertanggung jawab di rumah singgah, tetapi juga harus melakukan penjangkauan (outreach) ke berbagai titik di PPU.

"Kami terus berupaya mengoptimalkan rumah singgah, tetapi kami akui personel masih minim. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan solusi," ujar pejabat Dinsos PPU dalam pernyataan yang diterima, Senin lalu.

Layanan yang Disediakan di Rumah Singgah

Rumah singgah Dinsos PPU tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit. Fasilitas ini juga menyediakan layanan dasar bagi penghuninya, termasuk asupan makanan, tempat istirahat layak, serta pendataan awal untuk penelusuran keluarga atau asal-usul warga terlantar.

Bagi ODGJ, petugas akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas atau rumah sakit jiwa terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara untuk lansia terlantar, upaya reunifikasi dengan keluarga menjadi prioritas utama.

Fakta Singkat Rumah Singgah Dinsos PPU

  • Menampung warga terlantar, ODGJ, dan lansia yang ditemukan di wilayah PPU.
  • Memberikan layanan dasar: makanan, tempat tinggal sementara, dan pendataan.
  • Melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk penanganan ODGJ.
  • Menjalankan program reunifikasi untuk mengembalikan warga ke keluarganya.

Mengapa Rumah Singgah Ini Penting?

Keberadaan rumah singgah menjadi krusial di tengah dinamika PPU sebagai daerah penyangga IKN. Mobilitas penduduk yang tinggi berpotensi meningkatkan jumlah warga terlantar atau individu yang membutuhkan bantuan sosial darurat.

Tanpa fasilitas ini, warga terlantar dan ODGJ berisiko tidak mendapatkan penanganan cepat. Dinsos PPU berharap ada penambahan personel dari pemerintah daerah agar layanan dapat berjalan lebih maksimal dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Keterbatasan personel ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten PPU untuk segera mengevaluasi kebutuhan sumber daya manusia di sektor pelayanan sosial. Langkah konkret berupa penambahan tenaga kontrak atau relawan terlatih dinilai mendesak untuk direalisasikan.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top