KALIMANTAN TIMUR — Nama Wuling Aira ev resmi tercatat dalam database Kemenkumham RI atas nama SAIC-GM-Wuling Automobile Co., Ltd. dan PT SGMW Motor Indonesia. Pendaftaran ini masuk dalam Kelas 12—kategori yang mencakup kendaraan bermotor, mobil listrik, dan komponennya—dengan status masa pengumuman sejak 6 Mei 2026.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, membenarkan pendaftaran tersebut. Namun, ia masih bungkam soal detail produk yang akan menggunakan nama baru itu. "Ini strategi kami sebagai langkah preventif untuk mendaftarkan aset intelektual dari Wuling Motors Indonesia," ujarnya di Purwokerto, Rabu (4/6/2026).
Di pasar domestik Tiongkok, Hongguang Mini EV—yang merupakan saudara kembar Air ev—baru saja mendapatkan penyegaran total. Model terbaru di sana hadir dengan konfigurasi empat pintu samping, berbeda dengan Air ev yang dijual di Indonesia yang hanya memiliki dua pintu samping. Perubahan ini merupakan keluhan utama konsumen lokal yang menginginkan akses lebih mudah ke kursi belakang.
Jika Aira ev mengadopsi desain serupa, maka model ini akan menjadi salah satu micro-EV paling praktis di segmennya. Penambahan dua pintu belakang secara langsung menjawab kebutuhan mobilitas keluarga kecil atau pengguna ride-hailing yang kerap membawa penumpang.
Gomgom menegaskan bahwa pendaftaran nama Aira ev saat ini masih sebatas perlindungan hak kekayaan intelektual perusahaan. "Kami belum bisa memberikan informasi apa pun terkait nama tersebut akan dipakai untuk produk apa," tambahnya. Pihaknya juga belum bersedia mengungkap jadwal peluncuran maupun segmen yang akan dihuni oleh nama baru tersebut.
Wuling Motors sendiri tengah fokus memperkuat penetrasi pasar untuk dua produk elektrifikasi terbaru mereka, yaitu Wuling Darion dan Wuling Eksion. Artinya, Aira ev kemungkinan baru akan masuk ke lini produksi setelah kedua model tersebut mapan di pasar.
Jika benar Aira ev adalah penerus Air ev, konsumen Indonesia bisa berharap pada harga yang kompetitif—mengingat Air ev dibanderol mulai dari Rp 200 jutaan. Namun, penambahan dua pintu biasanya berdampak pada bobot dan konsumsi baterai, sehingga Wuling perlu menyeimbangkan efisiensi dengan kepraktisan.
Pendaftaran paten ini juga menunjukkan komitmen Wuling untuk terus menghadirkan produk elektrifikasi di Indonesia. Pasar mobil listrik mungil di dalam negeri masih didominasi oleh Air ev dan beberapa pesaing seperti DFSK Gelora E. Kehadiran Aira ev dengan konfigurasi empat pintu bisa menjadi pembeda yang signifikan.
Belum ada kepastian kapan Aira ev akan meluncur. Namun, dengan status pengumuman yang sudah berjalan sejak Mei 2026, publikasi lebih lanjut dari Wuling Motors diperkirakan akan muncul dalam beberapa bulan ke depan.