SAMARINDA — Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Timur pada periode 16-31 Mei 2026 menunjukkan tren penurunan. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat stabil, dan kini merembet langsung ke kantong para pekebun sawit di daerah tersebut.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa penurunan harga TBS tidak lepas dari dinamika pasar global. Harga Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel) sedang mengalami koreksi di hampir seluruh perusahaan sumber data.
“Penurunan ini tentu berdampak langsung pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ungkap Muzakkir dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).
Data terbaru menunjukkan harga rata-rata tertimbang CPO kini dipatok di angka Rp 15.188,44 per kilogram. Sementara itu, kernel berada di level Rp 14.780,48 per kilogram. Penurunan ini membuat harga beli TBS bervariasi tergantung usia tanam.
Berikut rincian lengkap harga TBS Sawit Kaltim periode akhir Mei 2026:
Muzakkir mengingatkan bahwa daftar harga tersebut adalah standar resmi bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PKS), khususnya kebun plasma. Di tengah situasi harga yang fluktuatif, kemitraan dianggap sebagai “sekoci” penyelamat bagi petani.
Tanpa ikatan resmi dengan pabrik, petani sangat rentan menjadi sasaran permainan harga para tengkulak yang mencari celah keuntungan. “Kami berharap melalui kerja sama kelompok tani dengan pabrik, harga tetap stabil sesuai standar dan tidak dipermainkan,” tambahnya.