KUTAI BARAT — Proyek pengerjaan jalan hotmix ruas Muara Muntai–Blusuh di Kabupaten Kutai Barat terus dikebut. BBPJN Kalimantan Timur memperketat pengawasan mutu di lapangan, terutama pada tahap pengecoran beton yang menjadi tulang punggung ketahanan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kepala BBPJN Kaltim menyatakan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis. Setiap titik pengecoran dicek langsung oleh tim pengawas internal dan eksternal untuk memastikan tidak ada penyimpangan spesifikasi.
“Kami tidak hanya mengejar target waktu, tapi kualitas adalah prioritas utama. Beton yang tidak sesuai standar akan kami bongkar ulang,” ujar Kepala BBPJN Kaltim dalam keterangannya, Selasa (11/2/2025).
Ruas Muara Muntai–Blusuh merupakan akses vital bagi distribusi logistik dan mobilitas warga di Kutai Barat. Jalan yang kerap dilalui kendaraan berat ini membutuhkan ketahanan ekstra terhadap beban dan cuaca ekstrem.
BBPJN Kaltim menerapkan sistem pengawasan yang melibatkan tenaga ahli dari pusat dan daerah. Setiap tahapan, mulai dari pencampuran material hingga pemadatan beton, diawasi secara ketat untuk menghindari kerusakan dini.
Selain pengawasan teknis, BBPJN Kaltim juga memastikan ketersediaan material berkualitas di lokasi proyek. Pasokan batu, pasir, dan semen dicek secara berkala agar tidak ada material substandar yang digunakan.
Masyarakat setempat berharap proyek ini rampung tepat waktu. Jalan Muara Muntai–Blusuh selama ini kerap mengalami kerusakan saat musim hujan, menghambat distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga.
“Kami ingin jalan ini tahan lama, bukan hanya mulus saat baru selesai. Kalau kualitasnya dijaga, kami sebagai pengguna jalan akan diuntungkan,” ujar seorang warga Muara Muntai yang enggan disebut namanya.
BBPJN Kaltim menargetkan progres fisik proyek terus bertambah setiap pekan. Jika pengawasan berjalan ketat, ruas ini diharapkan bisa berfungsi optimal sebelum akhir tahun 2025.