KUTAI BARAT — Progres pembangunan Jembatan 1 yang membentang di atas Sungai Mahakam, menghubungkan Kecamatan Tering dengan Long Bagun, memasuki fase krusial. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memastikan pengujian bore pile, yang menjadi fondasi utama jembatan, telah tuntas dikerjakan.
Bore pile adalah tiang pancang beton yang ditanam jauh ke dalam tanah untuk menahan bebang struktur jembatan. Pengujiannya wajib dilakukan untuk memverifikasi daya dukung tanah dan mutu beton sesuai spesifikasi teknis.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Barat, melalui keterangan resmi, menyebutkan bahwa hasil uji kualitas pondasi menjadi acuan utama. “Setelah pengujian selesai dan dinyatakan layak, proyek akan segera memasuki pekerjaan abutment,” ujarnya.
Abutment merupakan struktur beton di kedua ujung jembatan yang berfungsi sebagai penyangga gelagar utama dan penghubung dengan badan jalan. Tahapan ini menandai dimulainya konstruksi bagian atas jembatan.
Jembatan 1 Tering–Long Bagun 8 merupakan bagian dari paket proyek infrastruktur prioritas di Kutai Barat. Selama ini, akses antara dua kecamatan tersebut sangat bergantung pada transportasi sungai menggunakan perahu motor, terutama saat musim hujan yang kerap memutus akses darat.
Keberadaan jembatan ini ditargetkan memangkas waktu tempuh secara signifikan. Selain itu, konektivitas ini diharapkan mendorong distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga ke pusat kecamatan maupun ibu kota kabupaten.
Pemkab Kutai Barat belum merilis angka pasti anggaran proyek dan target waktu penyelesaian secara resmi. Namun, penyelesaian uji pondasi menjadi sinyal positif bahwa proyek yang telah lama dinantikan warga ini terus berjalan sesuai perencanaan teknis.