Pemkab Mahulu Andalkan Sumber Mata Air di Simpang Aguan untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih 20 Tahun ke Depan

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:05:45 WIB
Penampungan air gunung di Simpang Aguan mulai beroperasi untuk suplai air bersih warga Mahulu.

MAHAKAM ULU — Pemerintah Kabupaten Mahakam Uulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan penampungan air gunung di Simpang Aguan telah beroperasi. Instalasi ini menyedot air dari mata air pegunungan untuk kemudian dialirkan sebagai sumber air baku bagi warga.

Kepala Dinas PUPR Mahulu, Yohanes, mengatakan bahwa pembangunan SPAM ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah. "Kami membangun sistem ini dengan kapasitas yang diperhitungkan untuk kebutuhan masyarakat hingga 20 tahun ke depan," ujarnya.

Kapasitas Penampungan dari Sumber Mata Air Pegunungan

Infrastruktur penampungan dibangun di titik elevasi tinggi di sekitar Simpang Aguan agar gravitasi bisa dimaksimalkan untuk distribusi air. Sumber air berasal dari mata air alami pegunungan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

Air yang tertampung kemudian dialirkan melalui jaringan pipa menuju permukiman warga. Sistem ini mengandalkan tekanan alami tanpa pompa listrik, sehingga biaya operasionalnya lebih rendah dibandingkan SPAM konvensional.

Fakta Singkat SPAM Mahulu:

  • Sumber air baku: mata air pegunungan di Simpang Aguan
  • Sistem distribusi: gravitasi, tanpa pompa listrik
  • Target layanan: kebutuhan air bersih warga hingga 20 tahun ke depan

Mengapa Pemkab Memilih Sumber Mata Air?

Pilihan memanfaatkan mata air gunung didasarkan pada ketersediaan debit air yang stabil sepanjang tahun. Di wilayah perbukitan Mahulu, sumber air permukaan seperti sungai kerap menyusut di musim kemarau. Mata air pegunungan dinilai lebih andal karena terletak di zona resapan tinggi.

Yohanes menambahkan bahwa kualitas air dari sumber mata air juga lebih baik. "Airnya jernih dan tidak perlu pengolahan berat. Cukup dengan filtrasi sederhana, sudah layak konsumsi," katanya.

Dampak Langsung bagi Warga Mahulu

Sebelum SPAM ini beroperasi, sebagian warga di kawasan Simpang Aguan dan sekitarnya mengandalkan air hujan atau sungai yang jaraknya cukup jauh. Kini warga bisa mengakses air bersih langsung dari keran di rumah masing-masing.

Pemerintah daerah menargetkan sambungan rumah tangga akan terus ditambah secara bertahap seiring bertambahnya populasi. Pemeliharaan jaringan akan dilakukan oleh unit pengelola teknis di tingkat kecamatan agar keberlanjutan layanan terjamin.

Proyek SPAM ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur dasar di Mahulu, daerah yang sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan dan hutan lebat. Pemkab berharap ketersediaan air bersih bisa mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat setempat.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top