4 Kejanggalan Kematian AM di Paser Diungkap Keluarga, Tali Hilang Misterius hingga Autopsi Ditolak

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:05:35 WIB
Keluarga korban AM mengungkap hilangnya tali sebagai barang bukti kunci dalam kasus kematiannya di Desa Lolo.

PASER — Tabir misteri yang menyelimuti kematian AM (35), warga Desa Lolo, Kecamatan Kuaro, kian melebar setelah pihak keluarga membeberkan empat kejanggalan baru. Temuan-temuan ini mempertegas dugaan bahwa kematian korban tidak wajar dan memerlukan penanganan hukum yang lebih serius.

Kabar duka tersebut mengguncang warga setempat. Proses hukum yang berjalan pun mulai dipertanyakan lantaran sejumlah bukti fisik justru disebut menghilang secara aneh.

Empat Kejanggalan yang Diungkap Keluarga

Pihak keluarga, yang diwakili oleh ayah korban, secara terbuka menyampaikan empat poin utama yang dianggap janggal dalam kasus ini. Pertama, tali yang diduga menjadi alat dalam peristiwa tersebut dinyatakan hilang secara misterius dari lokasi kejadian.

  • Tali hilang: Barang bukti yang diduga kuat terkait dengan penyebab kematian AM tidak ditemukan saat proses investigasi awal.
  • Penolakan autopsi: Keluarga mengaku sempat mendapat tekanan agar tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
  • Keterangan saksi: Ada keanehan dalam kronologi yang disampaikan oleh sejumlah saksi di lokasi kejadian.
  • Proses evakuasi: Proses penanganan awal jenazah dinilai tidak sesuai prosedur standar penanganan kasus kematian mencurigakan.

Mengapa Tali Hilang Begitu Krusial?

Hilangnya tali tersebut menjadi sorotan utama karena diyakini sebagai barang bukti kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian AM. Tanpa keberadaan tali tersebut, penyidik kesulitan merekonstruksi secara utuh peristiwa yang terjadi di Desa Lolo.

Ayah korban mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut hilangnya barang bukti tersebut. Ia menilai kejanggalan ini menunjukkan adanya upaya untuk mengaburkan fakta di lapangan.

Desakan Autopsi dan Tuntutan Transparansi

Penolakan terhadap autopsi semakin memperkuat kecurigaan keluarga. Mereka menuntut agar jenazah AM segera diautopsi oleh tim dokter forensik independen untuk mendapatkan hasil yang objektif.

"Kami ingin kebenaran terungkap. Tidak ada alasan untuk menolak autopsi jika memang tidak ada yang ditutupi," ujar ayah korban saat menyampaikan kronologi kejanggalan tersebut.

Apa Langkah Polisi Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor Paser belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan keluarga dan hilangnya barang bukti tali. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Publik Desa Lolo dan sekitarnya berharap aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan. Kasus kematian AM menjadi perhatian warga karena dinilai penuh kejanggalan yang belum terjawab.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top