KALIMANTAN TIMUR — Kembalinya vivo ke segmen S Series bukan tanpa gebrakan. Lewat S2, vivo mencoba meramu paket yang jarang ditemukan di kelas harga menengah: baterai 7.050mAh, sertifikasi IP68/IP69, dan kamera yang bisa merekam video 4K dari dua sisi. Kami mengulas spesifikasi resmi yang dirilis untuk pasar India dan memetakan di mana posisi ponsel ini sebenarnya.
Desain dan Layar: Mirip Vivo X300 FE, Tapi Lebih Tangguh
Secara visual, vivo S2 mengambil bahasa desain dari lini premium X300 FE — modul kamera horizontal yang rapi di punggung. Namun yang lebih menarik adalah ketahanannya. Sertifikasi IP68 dan IP69 membuat ponsel ini tahan debu serta siraman air bertekanan tinggi, sesuatu yang jarang ada di ponsel Rp7 jutaan. Ditambah standar MIL-STD-810H, S2 tampaknya dirancang untuk pemakaian kasar.
Panel depannya adalah AMOLED lengkung 6,83 inci dengan resolusi 1.5K (2800 x 1260 piksel) dan refresh rate 120Hz. Klaim kecerahan lokal hingga 3.000 nits memang impresif di atas kertas, tapi perlu diingat itu adalah peak brightness untuk konten HDR, bukan kecerahan layar penuh. Untuk penggunaan harian di bawah terik matahari, sertifikasi Sunlight Readability dan SGS Low Blue Light setidaknya memberikan jaminan kenyamanan visual.
Performa: Dimensity 7360-Turbo Bukan untuk Gaming Berat
Di dalamnya tertanam MediaTek Dimensity 7360-Turbo dengan fabrikasi 4nm. Ini adalah chipset kelas menengah, bukan flagship. Untuk aktivitas harian seperti media sosial, streaming, dan multitasking biasa, kombinasi RAM 8GB dan storage UFS 3.1 sudah lebih dari cukup. Vapor Chamber 3.800mm² juga disematkan untuk menjaga suhu tetap stabil.
Namun, jangan berharap ponsel ini menjadi mesin gaming. Chipset ini tidak dirancang untuk memainkan game berat seperti Genshin Impact di setting tertinggi dengan frame rate stabil. Jika kebutuhan utama Anda adalah gaming, ada opsi lain di kelas harga yang sama dengan chipset Snapdragon yang lebih mumpuni. Justru nilai jual S2 ada pada dukungan software: tiga kali pembaruan Android dan lima tahun patch keamanan — komitmen yang jarang diberikan pabrikan di segmen ini.
Kamera: Sony IMX852 50MP dengan Perekaman 4K di Dua Sisi
Kamera utama mengandalkan sensor Sony IMX852 50MP yang dipasangkan dengan kamera depth 2MP dan Aura Light Ring LED Flash. Tidak ada lensa ultrawide di sini — sebuah kekurangan yang cukup mencolok mengingat kompetitor di harga yang sama hampir selalu menyertakan lensa tersebut. Setup ini jelas bukan untuk fotografer yang suka eksplorasi komposisi.
Yang menarik justru kemampuan videonya. Baik kamera belakang maupun kamera selfie 32MP sama-sama mendukung perekaman video hingga resolusi 4K. Ini adalah nilai tambah besar bagi para konten kreator yang sering membuat video vertikal untuk media sosial tanpa perlu membawa kamera eksternal.
Baterai 7.050mAh: Daya Tahan Dua Hari, Tapi Charging 44W Terasa Kurang
Ini adalah daya tarik utama vivo S2. Dengan kapasitas 7.050mAh, ponsel ini secara teoritis bisa bertahan hampir dua hari untuk pemakaian normal. Fitur Bypass Charging yang memungkinkan pengisian daya tanpa memanaskan baterai saat bermain game juga merupakan tambahan yang cerdas.
Namun, ada kompromi besar: pengisi daya 44W FlashCharge terasa lambat untuk baterai sebesar ini. Untuk mengisi penuh dari kosong, Anda perlu waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Sementara kompetitor di kelas harga yang sama sudah menawarkan pengisian 67W atau 80W. Kombinasi baterai raksasa dengan charger yang relatif kecil membuat "top-up" cepat di pagi hari menjadi kurang efektif.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Tidak ada kamera ultrawide — ini adalah kelemahan terbesar untuk fleksibilitas fotografi.
- Posisi harga premium — Rp7,5 juta untuk chipset Dimensity 7360 terasa mahal jika dibandingkan dengan kompetitor yang menawarkan Snapdragon 7-series.
- Ketersediaan di Indonesia — ponsel ini baru dipasarkan di India. Jika meluncur global sebagai V80 Lite 5G, harga dan spesifikasi bisa berbeda.
Verdict: Siapa yang Cocok dengan vivo S2?
vivo S2 adalah ponsel yang sangat terspesialisasi. Ia dirancang untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai ekstrem, ketahanan fisik, dan perekaman video 4K tanpa peduli dengan fitur kamera lainnya. Jika Anda sering berada di luar ruangan berjam-jam, bekerja di lingkungan yang keras, atau seorang konten kreator yang butuh perekaman video andal dari ponsel, S2 adalah kandidat kuat.
Tapi jika kebutuhan Anda adalah ponsel serba bisa untuk gaming, fotografi ultrawide, atau pengisian cepat, ada pilihan lain yang lebih masuk akal di harga Rp7,5 jutaan. vivo S2 bukan ponsel untuk semua orang — ia adalah ponsel untuk mereka yang tahu persis apa yang mereka butuhkan.