KALIMANTAN TIMUR — Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menggulirkan ide ekspansi besar-besaran. Setelah sukses dengan format 48 tim di Piala Dunia 2026, ia kini mengisyaratkan kemungkinan jumlah peserta bertambah menjadi 64 negara pada edisi mendatang. Wacana ini langsung menjadi perbincangan hangat di Indonesia, mengingat perjalanan skuad Garuda di kualifikasi sebelumnya menunjukkan grafik positif.
Potensi Tambahan Kuota Asia Buka Celah untuk Indonesia
Jika format 64 peserta benar-benar diterapkan, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diprediksi mendapat jatah lebih banyak dari 8,5 tiket yang tersedia saat ini. Penambahan slot ini menjadi krusial bagi Indonesia yang mulai mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.
Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia yang saat itu ditangani Shin Tae-yong sukses menembus putaran ketiga. Langkah Garuda baru terhenti di putaran keempat setelah pelatih berganti menjadi Patrick Kluivert. Capaian itu membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi tim penggembira di level Asia.
Misi John Herdman: Bangun Tim untuk 2030
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menetapkan target jangka panjang yang jelas. Ia ingin membawa Garuda tampil di Piala Dunia 2030 dan terus memantau pemain diaspora berkualitas yang berkarier di kompetisi elite Eropa.
"Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030," ujar Herdman dalam wawancara di kanal YouTube Antara TV Indonesia.
Herdman meyakini perpaduan antara pemain lokal dan diaspora bisa menciptakan tim yang kompetitif. Langkah naturalisasi pemain seperti Mitchell Baker yang baru saja resmi menjadi WNI menjadi bukti keseriusan PSSI memperkuat skuad.
Dari Mimpi Menjadi Target Realistis
Berkaca pada pencapaian di kualifikasi 2026, Indonesia hanya butuh peningkatan konsistensi dan kedalaman skuad. Dengan tambahan kuota peserta, jalan menuju Piala Dunia 2030 tidak lagi sekadar angan. Dukungan pemerintah dan federasi yang terus menggenjot kualitas tim menjadi modal berharga.
Jika format 64 tim resmi disahkan, Indonesia memiliki kesempatan emas yang belum pernah ada sebelumnya. Tinggal bagaimana John Herdman dan jajarannya mampu memaksimalkan potensi yang ada dalam empat tahun ke depan.