SANGATTA — Festival Sekerat Nusantara di pantai Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, resmi dibuka untuk mempromosikan potensi wisata dan produk unggulan daerah. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyebut kegiatan ini sudah memasuki pelaksanaan tahun ke-5.
Aneka Potensi Lokal yang Ditawarkan ke Publik
Mahyunadi menjelaskan festival ini menjadi etalase bagi beragam keunggulan Kutai Timur, mulai dari objek wisata pantai, seni tradisional, hingga ekonomi kreatif seperti kuliner dan suvenir. "Festival Sekerat Nusantara merupakan salah satu upaya mempromosikan berbagai potensi keunggulan daerah," ujarnya di Sangatta, Minggu.
Ia menambahkan, kawasan pesisir Sekerat kaya akan hasil perikanan. Mulai dari tangkapan nelayan di laut hingga produk tambak seperti bandeng, udang, dan kepiting, serta aneka cemilan olahan ikan turut dipamerkan.
Melestarikan Budaya di Tengah Modernisasi
Wakil Bupati menekankan pentingnya menjaga identitas kebudayaan lokal sebagai jati diri daerah. Menurutnya, penyelenggaraan festival secara rutin membuat seni dan budaya lokal semakin dekat dengan generasi muda.
"Nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup, identitas tetap terjaga, serta menjadi kekuatan dalam membangun karakter bangsa," kata Mahyunadi. Ia mengapresiasi warga Desa Sekerat yang terus melestarikan warisan adat dan budaya leluhur melalui festival ini.
Mahyunadi berharap pelestarian budaya dilakukan secara berkelanjutan. "Kami harap pelestarian budaya dilakukan terus menerus dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus arus globalisasi," tuturnya.
UMKM dan Perputaran Ekonomi Desa
Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika mengatakan festival ini merupakan kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kutim. Pihaknya mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari seni budaya yang masih terjaga hingga sektor pariwisata khas Bengalon.
"Festival ini juga melibatkan banyak pelaku UMKM, sehingga mampu meningkatkan perputaran ekonomi yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat," kata Dhika. Ia berharap pengunjung datang kembali setelah menikmati produk khas Sekerat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.