KALIMANTAN TIMUR — Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Timur, Syahril, menyebut program ini sebagai momentum langka bagi talenta lokal. "Ini kesempatan emas bagi anak-anak muda dan pelatih Aceh Timur untuk mengasah bakat dan menapaki karir di sepak bola profesional," ujarnya di Aceh Timur, Kamis.
Program Ketiga, Libatkan 53 Pemain Sejak Awal
Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara PT Medco E & P Malaka dengan PSS Sleman. Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengungkapkan kebanggaannya karena program bisa berjalan untuk ketiga kalinya. "Kami bangga bisa melaksanakan program ini untuk ketiga kalinya," kata Leony.
Sejak pertama digulirkan, total sudah 53 pemain muda dan 11 pelatih lokal dari Aceh Timur yang dikirim ke Sleman. Angka itu menunjukkan konsistensi MedcoEnergi dalam membina bibit pesepak bola dari daerah operasionalnya di Blok A, Aceh Timur.
Pelatihan Langsung dari Tim Pelatih PSS Sleman
Selama tiga pekan di Yogyakarta, para pemain dan pelatih tidak hanya berlatih mandiri. Mereka mendapat pembinaan langsung dari tim pelatih berpengalaman milik klub Liga 1 tersebut. PSS Sleman disebut siap memberikan materi terbaik demi mencetak bintang masa depan sepak bola Indonesia.
Leony menambahkan, program ini tidak hanya soal teknik bermain. Sepak bola, menurutnya, bisa menjadi sarana membangun karakter dan prestasi generasi muda.
Dampak untuk Sepak Bola Aceh Timur
Pengiriman talenta ini diharapkan memutus rantai minimnya akses pembinaan di daerah. Pelatih lokal yang ikut serta diharapkan bisa menyerap metode kepelatihan modern dari PSS Sleman, lalu menerapkannya di kampung halaman. "Melalui program ini, MedcoEnergi berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus mendukung kemajuan olahraga di Aceh Timur," pungkas Leony.