KALIMANTAN TIMUR — Amerika Serikat sudah memastikan tiket ke babak 32 besar plus status juara Grup D setelah menyapu bersih dua laga awal. Sebaliknya, Turki sudah dipastikan gugur usai menelan kekalahan beruntun dari Paraguay (0-1) dan Australia (0-2). Meski tanpa beban, prediksi para jurnalis soal hasil akhir pertandingan ini justru terbelah.
Dua Jurnalis Yakin Imbang 2-2, Turki Pecah Telur
Nova Arifianto dan Surya S sama-sama memprediksi laga berakhir dengan skor 2-2. Nova menilai Turki tak mau pulang dengan tangan hampa dan akan memperbaiki performa menyerang. Sementara Surya S melihat peluang Turki memanfaatkan rotasi pemain yang kemungkinan dilakukan Mauricio Pochettino demi menjaga kebugaran skuad AS di babak gugur.
"Turki akan tampil maksimal dalam laga ini guna pecah telur mendapatkan poin di Piala Dunia 2026," tulis Surya S dalam prediksinya.
Prediksi Berani: Turki Menang Tipis 1-0
Askar Fatih menjadi satu-satunya jurnalis yang memprediksi kemenangan untuk Turki. Menurutnya, Arda Guler dan kolega punya peluang menang kontra tim Paman Sam. Namun, ia juga mengakui kemenangan itu tak bermakna karena langkah Turki di Amerika Utara sudah terhenti.
"Prediksi saya, Turki akan menang tipis 1-0 dari AS sebagai kemenangan pertama dan terakhir mereka," ujar Askar Fatih.
Tiga Jurnalis Yakin AS Menang, Dua Prediksi Skor Signifikan
Muhammad Ikhwanuddin memprediksi AS akan menang dengan skor signifikan. Ia menyebut laga ini hanya jadi ajang rotasi bagi tuan rumah, namun mereka tetap akan tampil maksimal demi menghibur penonton di stadion. Juprianto Alexander juga memprediksi kemenangan AS 2-1 dengan alasan Turki tak mengigit di lini depan dan rapuh di pertahanan.
Prediksi paling telak datang dari M Rizki H yang yakin AS menghajar Turki 3-0. Ia mendasarkan prediksinya pada performa kontras kedua tim: AS selalu menang (2-0 atas Australia, 4-1 atas Paraguay), sementara Turki selalu kalah tanpa mencetak gol.
Nasib Kontras di Grup D: AS Sempurna, Turki Babak Belur
Data dari dua laga awal menunjukkan kesenjangan kualitas yang lebar. Turki tak mampu mencetak satu gol pun dan kebobolan tiga gol. Sebaliknya, AS mengemas enam gol dan baru kebobolan satu gol. Pochettino disebut akan mematangkan gaya main timnya di laga terakhir fase grup, sekaligus memberi kesempatan pemain pelapis unjuk gigi.