Pencarian

Pulau Miang di Kutai Timur Kini Jadi Primadona Wisata Bahari, Pemkab Buka Peluang Investasi Ramah Lingkungan

Selasa, 30 Juni 2026 • 20:55:01 WIB
Pulau Miang di Kutai Timur Kini Jadi Primadona Wisata Bahari, Pemkab Buka Peluang Investasi Ramah Lingkungan
Pulau Miang di Kutai Timur kini menjadi destinasi wisata bahari dengan ekosistem laut yang terjaga.

SANGATTA — Pulau Miang di Kutai Timur kini bertransformasi menjadi destinasi wisata baharu yang menggeser citra lama kabupaten itu yang dikenal sebagai daerah tambang. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut, daya tarik wisata bahari di pulau tersebut mulai menarik minat wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam dan laut.

Keindahan Bawah Laut dan Ekosistem yang Terjaga

Pulau Miang menawarkan air laut yang jernih dan menjadi rumah bagi terumbu karang serta berbagai jenis ikan beragam. Kondisi ini menjadikannya lokasi ideal untuk aktivitas snorkeling dan scuba diving. Selain itu, ekosistem alam di pulau ini masih terjaga, termasuk hutan bakau yang hijau dan asri.

Sejumlah destinasi wisata yang sudah ada di Pulau Miang antara lain Kampung Bahari Nusantara, Gusung Sappalage, hutan mangrove, dan Bukit Pandang. Seluruh titik wisata ini tetap mempertahankan ekosistem laut sebagai daya tarik utama.

Sumur Air Tawar yang Tak Pernah Kering Jadi Daya Tarik Tambahan

Salah satu keistimewaan Pulau Miang adalah keberadaan sumur air tawar yang belum pernah mengering meski saat musim kemarau. Sumur tersebut menjadi sumber mata air bagi warga setempat sekaligus menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.

Pemkab Buka Peluang Investasi dengan Syarat Ketat

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyatakan bahwa pengembangan kawasan wisata di Pulau Miang tetap terbuka bagi investor maupun masyarakat. Namun, seluruh aktivitas pembangunan harus mengikuti aturan tata ruang dan tidak merusak lingkungan pesisir maupun ekosistem laut.

"Pengembangan kawasan wisata di Pulau Miang tetap terbuka bagi investor maupun masyarakat. Namun seluruh aktivitas pembangunan harus mengikuti aturan tata ruang dan tidak merusak lingkungan pesisir maupun ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan," kata bupati di Sangatta, Selasa.

Larangan Bangunan di Atas Terumbu Karang

Pemerintah daerah memberikan kesempatan kepada siapa pun yang ingin berinvestasi dan mengembangkan potensi wisata, namun harus mengelolanya secara ramah lingkungan. Bupati menegaskan, terumbu karang merupakan salah satu daya tarik utama bagi wisatawan baik untuk menyelam maupun snorkeling, sehingga tidak boleh ada bangunan yang berdiri di atas terumbu karang.

Pernyataan itu disampaikan bupati usai peluncuran Sekolah Lansia di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin kemarin. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kutim dalam menyeimbangkan pengembangan pariwisata dengan kelestarian lingkungan laut.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks