SAMARINDA — Prakiraan BMKG untuk Kalimantan Timur pada Kamis, 5 November 2026, menempatkan hujan ringan sebagai kondisi paling basah di Mahakam Ulu. Selebihnya, warga di sembilan kabupaten/kota lain diminta bersiap menghadapi dua kondisi dominan: langit berawan dan udara kabur.
Pembagiannya cukup jelas. Paser, Berau, Penajam Paser Utara, dan Samarinda masuk kategori berawan. Sementara Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Balikpapan, dan Bontang diprakirakan diliputi udara kabur.
Udara kabur bukan fenomena hujan. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan partikel halus yang tersuspensi di lapisan udara dekat permukaan, sehingga jarak pandang menurun meski langit tidak mendung.
Bagi warga di Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Balikpapan, dan Bontang, dampak paling langsung terasa di jalan. Pengendara sebaiknya menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman, terutama pada pagi hari ketika kelembapan mencapai titik tertinggi.
Angka suhu dan kelembapan antardaerah tidak seragam. Mahakam Ulu mencatat rentang suhu terendah, 21–29 derajat Celsius, sejalan dengan potensi hujan ringan di sana. Kelembapannya 62–99 persen.
Di sisi lain, Kutai Kartanegara punya rentang suhu paling lebar, 24–32 derajat Celsius, dengan kelembapan 64–99 persen. Berikut rincian lengkapnya:
Yang perlu dicatat, kelembapan di banyak wilayah Kaltim bergerak di kisaran atas 90-an persen. Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu semuanya mencatat angka maksimum 99 persen.
Kelembapan setinggi itu membuat udara terasa lebih gerah meski suhu tidak ekstrem. Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, menjaga asupan air tetap penting.
BMKG mengingatkan prakiraan ini bisa berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat diminta memantau pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum merencanakan perjalanan atau aktivitas luar ruang.
Di Mahakam Ulu, potensi hujan ringan sebaiknya diantisipasi warga yang melintasi jalur darat maupun sungai. Sementara di lima wilayah dengan udara kabur, jarak pandang menjadi faktor yang perlu diperhitungkan pengendara pada jam-jam sibuk.