Kemarau Panjang Keringkan Lahan Pertanian Balikpapan, 52 Kelompok Tani di Dua Kecamatan Bergantung Bantuan Air Tangki

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 04 November 2026 | 08:31:01 WIB
Mobil tangki DKP3 Balikpapan menyalurkan air ke tandon kelompok tani di Balikpapan untuk menjaga penyiraman tanaman selama kemarau.

BALIKPAPAN — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan menyalurkan air ke tandon dan embung milik kelompok tani agar penyiraman tanaman tetap berjalan selama musim kemarau. Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih menyebut bantuan menyasar kelompok tani yang lahannya terdampak kekeringan di dua kecamatan tersebut.

Setiap pengiriman memakai mobil tangki berkapasitas 1.200 liter. Biaya pengisian air Rp80 ribu per pengiriman ditanggung pemerintah kota, sehingga kelompok tani tidak mengeluarkan biaya untuk memperoleh bantuan.

Dua Tangki 10.000 Liter Hanya Cukup untuk 0,25 Hektare

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agus Basuki mengatakan kelompoknya termasuk penerima bantuan air lewat mobil tangki. Namun volume yang diterima belum sebanding dengan luas lahan yang harus disiram.

Kelompoknya memperoleh dua tangki air dengan volume keseluruhan sekitar 10.000 liter. Jumlah itu hanya cukup untuk dua kali penyiraman pada lahan seluas 0,25 hektare.

Padahal total lahan pertanian yang dikelola kelompoknya mencapai empat hektare. Keterbatasan sumber air membuat petani sulit menjaga kelembapan lahan.

"Kalau dihitung dari kebutuhan, jumlah air yang datang masih jauh. Untuk seperempat hektare saja hanya cukup dua kali penyiraman, sedangkan lahan kami ada empat hektare," ujar Agus.

Beda Jadwal dengan Bantuan BWS IV Kalimantan

Sri menjelaskan program Pemkot Balikpapan berbeda dengan distribusi air yang sebelumnya dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan. Penyaluran dari BWS IV berlangsung selama satu pekan, sedangkan bantuan pemerintah kota berlanjut hingga pekan ketiga November.

Air yang disalurkan digunakan untuk mengisi tandon dan embung milik kelompok tani. Persediaan itu dimanfaatkan memenuhi kebutuhan penyiraman selama kemarau.

Petani Butuh Tambahan Pasokan agar Produksi Tak Terhenti

Menurut Agus, tambahan pasokan air masih diperlukan agar kebutuhan penyiraman tanaman terpenuhi. Keterbatasan air berpotensi mengganggu keberlangsungan kegiatan pertanian jika kemarau terus berlangsung.

Bantuan tangki disebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penyiraman seluruh area pertanian yang dikelola kelompok tani. Kecukupan pasokan air diharapkan membantu petani mempertahankan aktivitas hingga cuaca kembali membaik.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: lintaskaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top