SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyebut perbaikan ruas Anggana–Muara Badak dikerjakan lewat kolaborasi pemerintah provinsi dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pembagian pengerjaan jadi kunci: Pemkab Kukar memegang porsi 23,17 kilometer, sedangkan Pemprov Kaltim masuk melalui dua paket bantuan.
Paket pertama berupa bantuan keuangan Rp44,03 miliar untuk penanganan sepanjang 3,7 kilometer. Paket kedua bersumber dari APBD sebesar Rp9,51 miliar untuk penanganan 863 meter. Total dukungan kedua paket mencapai Rp53,53 miliar dengan panjang penanganan sekitar 4,6 kilometer.
Permukaan jalan di jalur pesisir itu kini sudah diperkeras dengan konstruksi beton atau rigid pavement. Perbaikan diarahkan untuk memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga di kawasan pesisir Kutai Kartanegara.
Dampaknya diharapkan merembet ke sejumlah wilayah lain. Jalur ini disebut menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kukar, Bontang, Kutai Timur, hingga Berau.
"Kolaborasi ini sangat baik. Intinya, bagaimana kita bisa membangun akses jalan mantap dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Rudy melalui keterangan tertulis yang diterima media, Senin, 2 November 2026.
Di balik permukaan yang sudah mulus, Rudy menyoroti potensi bahaya di sisi kiri dan kanan jalur. Ketinggian badan beton mencapai lebih dari 30 sentimeter dari permukaan tanah.
Selisih ketinggian itu dinilai berisiko memicu kecelakaan jika pengendara keluar dari jalur. Rudy menyampaikan kekhawatiran itu saat meninjau lokasi.
"Satu saja bannya jatuh bisa terguling. Ini sangat berbahaya," ujar Rudy.
Rudy menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim segera berkoordinasi dengan Dinas PU Kutai Kartanegara. Fokusnya menuntaskan pembangunan bahu jalan di sepanjang ruas tersebut.
Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga masuk daftar prioritas pengamanan jalur. Menurut Rudy, jalan mulus yang dilengkapi bahu jalan dan penerangan memadai membuat pengendara lebih nyaman dan aman.
"Ini menjadi perhatian kami. Ekonomi kawasan pesisir harus bisa tumbuh dan rakyat sejahtera menerima manfaatnya," tegasnya.
Pemprov Kaltim berkomitmen memperluas cakupan perbaikan infrastruktur dasar. Sasaran berikutnya bukan hanya kawasan pesisir, tetapi juga wilayah pedalaman dan perbatasan, termasuk Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
"Kami ingin seluruh jalan, baik provinsi dan kabupaten dalam kondisi mantap. Kita rapikan semua agar rakyat Kaltim benar-benar merasakan manfaat pembangunan," demikian Rudy Mas'ud.