BALIKPAPAN — Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Doni Saputra menyatakan bank sampah memegang peran penting dalam membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan masyarakat. Karena itu, pengembangan bank sampah perlu disertai perbaikan tata kelola dan penguatan kemampuan pengelolanya.
Konsolidasi wilayah itu mempertemukan pengelola bank sampah binaan Pegadaian dari berbagai daerah di Kalimantan. Fokusnya bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir.
Doni menyebut tiga sasaran utama: penguatan tata kelola, dorongan inovasi dalam pengelolaan, dan perluasan partisipasi masyarakat. Ketiganya diharapkan membuat kegiatan memilah sampah menjadi kebiasaan yang memberi manfaat nyata.
"Melalui konsolidasi ini, kami ingin memperkuat tata kelola bank sampah, mendorong inovasi dalam pengelolaan, serta memperluas partisipasi masyarakat agar kegiatan memilah sampah dapat menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat nyata," ungkap Doni.
Menurutnya, penguatan bank sampah tidak cukup hanya dengan menaikkan kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah. Diperlukan koordinasi yang konsisten antara pengelola, pemerintah daerah, dan pihak pendukung agar aktivitas pengumpulan serta pengelolaan sampah berjalan berkesinambungan.
Pengelolaan bank sampah di Kalimantan diarahkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan timbulan sampah. Nilai tambah dari sampah yang terkumpul menjadi perhatian, sejalan dengan tema ekonomi sirkular yang mandiri.
Dengan tata kelola yang lebih baik, bank sampah diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya. Pengelolaan profesional disebut menjadi salah satu fondasi untuk memperluas partisipasi masyarakat dan menjaga keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Perbaikan kapasitas pengelola menjadi titik masuk yang dipilih Pegadaian. Bank sampah binaan diarahkan berkembang menjadi unit pengelolaan yang lebih profesional dan inovatif, bukan sekadar tempat penampungan sampah warga.
Konsolidasi Wilayah FORSEPSI 2026 menjadi upaya memperkuat koordinasi antarpengelola bank sampah binaan Pegadaian di wilayah operasional Kalimantan. Forum ini menghimpun pengelola dari sejumlah daerah untuk menyamakan langkah.
Bagi Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan terhadap bank sampah binaan. Penguatan tata kelola dan peningkatan kapasitas pengelola disebut sebagai prasyarat agar manfaat ekonomi dari sampah bisa dirasakan lebih luas.
Ke depan, keberlanjutan program bergantung pada konsistensi koordinasi antara pengelola, pemerintah daerah, dan pihak pendukung. Tanpa itu, aktivitas pengumpulan dan pengelolaan sampah sulit berjalan dalam jangka panjang.