BONTANG — Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA itu menyasar penguatan internal BNN Kota Bontang sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Kepala BNN Kaltim menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan program P4GN di tingkat kota.
Dalam arahannya, Rudy menyebut empat hal yang harus melekat pada setiap personel BNN Kota Bontang: kedisiplinan, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab. Keempatnya dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan syarat agar program yang dijalankan berdampak nyata bagi masyarakat.
"Setiap personel harus memiliki kedisiplinan, integritas, dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Hal ini penting agar seluruh program yang dijalankan dapat memberikan hasil maksimal bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan antarpersonel. Menurut Rudy, sinergi yang terjaga membuat pelaksanaan tugas berjalan lebih efektif, terutama karena kerja pemberantasan narkotika menuntut koordinasi lintas fungsi.
Kunjungan kerja ini menempatkan penguatan koordinasi antara BNN Provinsi Kalimantan Timur dan BNN Kota Bontang sebagai salah satu agenda utama. Kedua level kelembagaan perlu memastikan program pencegahan dan pemberantasan narkoba terlaksana secara optimal, tanpa tumpang tindih maupun celah di lapangan.
"Sinergi dan kekompakan harus terus dijaga. Seluruh personel diharapkan menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing dengan profesional dan tetap berpegang pada integritas," pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Kota Bontang Bersinar atau Bersih Narkoba. Dengan personel yang disiplin, profesional, dan berintegritas, pelaksanaan program P4GN di Bontang diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
BNN Kota Bontang kini dituntut menerjemahkan arahan tersebut ke dalam kualitas kinerja harian. Penguatan internal menjadi pintu masuk untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah kota industri itu.