SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi memulai distribusi seragam sekolah gratis bagi pelajar di seluruh Bumi Etam. Pengadaan tahun ini mencakup kebutuhan siswa jenjang pendidikan menengah atas dan pendidikan khusus, dengan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD murni.
Setiap paket berisi seragam nasional, seragam pramuka, hingga perlengkapan pendukung. Pemerintah menargetkan bantuan sampai ke tangan siswa sebelum kegiatan belajar mengajar berjalan intensif.
Total bantuan yang disiapkan mencapai 63.548 paket seragam lengkap. Sasaran program meliputi 576 sekolah yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim.
Fokus utama penerima adalah pelajar SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Pihak sekolah diminta segera melakukan verifikasi data penerima agar tidak terjadi kesalahan sasaran.
Penyaluran dilakukan bertahap agar menjangkau sekolah di wilayah terpencil dan perbatasan. Tantangan geografis Kaltim yang luas membuat koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota diperketat.
Progres di titik utama seperti Samarinda dan Balikpapan dilaporkan berjalan sesuai jadwal. Mahakam Ulu dan Berau mendapat perhatian khusus karena jalur logistiknya lebih menantang, sehingga armada pengiriman darat dan air telah disiagakan penyedia jasa logistik.
Program Gratispol ditujukan untuk menekan angka putus sekolah yang sering dipicu tingginya biaya perlengkapan. Dengan seragam gratis, pemerintah berharap motivasi belajar siswa meningkat.
Keseragaman pakaian juga dinilai meniadakan sekat sosial di antara pelajar di lingkungan sekolah. Pemerintah memandang pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Pemprov Kaltim menegaskan pengawasan dari masyarakat tetap diperlukan agar program berjalan transparan. Seluruh kepala sekolah diingatkan segera melaporkan paket yang rusak selama proses pengiriman agar penggantian bisa dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan siswa.
Kecepatan distribusi menjadi prioritas tim di lapangan. Pemerintah memantau proses logistik agar seragam sampai tepat waktu sebelum kegiatan belajar mengajar berjalan intensif.