Rp 400 Miliar Digelontorkan untuk Drainase Samarinda, Sedimen dan Saluran Buntu Masih Jadi PR

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:02:31 WIB
Petugas mengangkat sedimen dari saluran drainase di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda.

SAMARINDA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda menjalankan normalisasi drainase di hampir seluruh kecamatan, mulai dari pengangkatan sedimentasi hingga perbaikan saluran. Anggaran kegiatan drainase mencapai sekitar Rp 400 miliar yang bersumber dari bantuan keuangan dan kas Pemerintah Kota Samarinda.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Samarinda, Darmadi, menyebut kegiatan tersebar di banyak ruas jalan sehingga tidak selalu terlihat di satu titik. "Jadi keliling Samarinda. Kegiatannya normalisasi pengangkatan sedimentasi," kata dia.

Ruas Jalan yang Sedang Dikerjakan

Beberapa lokasi yang tengah menjadi tempat kegiatan antara lain Jalan Pangeran Antasari, Jalan Untung Suropati, Jalan Cermai, Jalan Juanda, Jalan AW Sjahranie, Jalan Wahid Hasyim II, Jalan Merdeka, kawasan Makroman, hingga Palaran.

Darmadi menjelaskan, tidak seluruh kegiatan menggunakan personel berseragam DPUPR di satu titik yang sama. Sebagian pekerjaan baru bergerak setelah dokumen pelaksanaan anggaran turun, sehingga waktu mulai di sejumlah lokasi ikut terdampak.

Meski begitu, DPUPR menyatakan tidak ada kendala besar dalam pelaksanaan. Sejumlah pekerjaan bahkan disebut mendekati penyelesaian. "Beberapa titik sudah mau selesai tinggal finishing-finishingnya aja," ujar Darmadi.

Saluran Belum Nyambung di Jalan Gerilya dan Juanda

Hujan deras yang mengguyur Samarinda dalam dua hari terakhir kembali memunculkan genangan di sejumlah kawasan, terutama Jalan Juanda dan Gerilya. Darmadi mengakui kegiatan di kawasan tersebut masih berlangsung dan belum tuntas.

Persoalan utamanya bukan semata kapasitas saluran, melainkan keterhubungan sistem drainase yang belum sepenuhnya selesai. "Di Jalan Gerilya kegiatan juga ada, cuman itu belum tuntas. Masih on-progress. Salurannya belum nyambung. Kalau nyambung nanti bisa berkurang jauh banjirnya," ujarnya.

Kondisi serupa menjadi perhatian di kawasan Damanhuri yang sistem pembuangan airnya berkaitan dengan kawasan lain. Keterhubungan antarruas menjadi kunci sebelum genangan bisa ditekan secara signifikan.

Klaim Surut Lebih Cepat, tapi Sampah Masih Jadi Kendala

Pemkot Samarinda menyatakan telah menjalankan banyak kegiatan pengendalian banjir secara bertahap. Menurut Darmadi, salah satu perubahan yang mulai terasa adalah durasi genangan yang tidak lagi selama sebelumnya.

"Saat ini banjir kan udah gak kayak dululah lama surutnya. Sekarang lebih cepat surutnya," kata dia.

Klaim tersebut tidak berarti seluruh persoalan selesai. Hasil pengecekan lapangan masih menemukan titik-titik yang salurannya terganggu sedimentasi maupun sampah. "Cuman memang ada beberapa tempat setelah kita cek, memang ada sedimen dan sampah. Dan sampahnya luar biasa," pungkasnya.

Dengan anggaran Rp 400 miliar yang terus berjalan, penyelesaian keterhubungan saluran dan penanganan sampah di titik-titik rawan menjadi pekerjaan rumah berikutnya bagi DPUPR Samarinda.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: eksposkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top