KALIMANTAN TIMUR — Rapat yang diikuti sejumlah pejabat tinggi negara itu digelar untuk mendapatkan informasi terkini dari lapangan. Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya Yusuf Jauhari.
"Saya mengundang rapat melalui vidcon, saya hanya ingin monitor bagaimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini," kata Prabowo dalam keterangan yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Dalam rapat tersebut, Prabowo memaparkan bahwa pemerintah saat ini berkonsentrasi menangani tiga bencana alam yang terjadi nyaris di waktu yang sama. Ketiganya tersebar di wilayah barat, tengah, hingga timur Indonesia, menuntut respons cepat dari aparatur di daerah masing-masing.
Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian utama karena berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Selain itu, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga terus dipantau karena statusnya yang fluktuatif.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap masih menjadi masalah klasik yang belum tuntas. "Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana, gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," sambungnya.
Prabowo menilai rentetan bencana yang terjadi beruntun ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia mengaitkannya langsung dengan posisi Indonesia yang berada di atas pertemuan lempeng tektonik, menjadikan negeri ini salah satu wilayah dengan risiko bencana geologi tertinggi di dunia.
"Ini adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire," ujar Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo bukan sekadar pernyataan simbolis. Ia menegaskan bahwa kondisi geografis ini harus dibaca sebagai sinyal bagi jajaran pemerintahannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara permanen.
"Jadi ini membawa kita untuk bersiap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita bagi pemerintah yang saya pimpin," tutur Prabowo.
Rapat terbatas yang digelar secara virtual ini menjadi salah satu langkah awal pemerintah dalam memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan efektif. Kehadiran Kepala Badan Logistik Pertahanan dalam rapat mengindikasikan adanya perhatian khusus pada aspek distribusi bantuan dan logistik ke lokasi terdampak.
Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai instruksi spesifik yang diberikan Presiden kepada jajarannya terkait evakuasi atau pendanaan darurat. Namun, forum ini setidaknya menjadi sinyal bahwa isu kebencanaan menjadi prioritas yang dipantau langsung dari puncak pemerintahan.
Masyarakat di ketiga wilayah yang terdampak masih menunggu aksi nyata di lapangan, terutama percepatan evakuasi korban gempa dan normalisasi aktivitas warga yang terganggu oleh abu vulkanik serta kabut asap.