KALIMANTAN TIMUR — Kabar terbaru datang untuk penggemar DC Universe. Film Supergirl yang dibintangi Milly Alcock akan segera hadir di layanan streaming HBO Max mulai 10 September 2026, hanya beberapa pekan setelah penayangan perdananya di bioskop yang kurang memuaskan.
Film ini merupakan adaptasi dari komik DC berjudul Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King. Skenarionya ditulis oleh Ana Nogueira, dengan Craig Gillespie duduk di kursi sutradara. Gillespie dikenal lewat karyanya seperti I, Tonya dan Cruella.
Cerita berfokus pada Kara Zor-El yang diperankan Milly Alcock. Dalam petualangan kali ini, Supergirl melakukan perjalanan antar galaksi bersama seorang gadis alien muda bernama Ruthye. Misi mereka adalah memburu Krem of the Yellow Hill, sosok yang bertanggung jawab atas kematian ayah Ruthye.
Perjalanan tersebut memadukan tema balas dendam dan keadilan. Kara pun harus bekerja sama dengan pendamping yang tak terduga untuk menghadapi ancaman yang lebih kejam dari perkiraannya.
Penampilan Milly Alcock sebagai Supergirl menjadi salah satu sorotan utama. Aktris asal Australia ini sebelumnya mencuri perhatian lewat perannya sebagai Putri Rhaenyra Targaryen di serial hits HBO, House of the Dragon. Ia juga membintangi serial terbatas Netflix, Sirens, yang rilis pada 2025.
Untuk film ini, Alcock disebut membawakan karakter Kara Zor-El dengan pendekatan bergaya punk-rock. Pendekatan ini terasa berbeda dari penggambaran Superman yang lebih heroik di film Superman yang rilis setahun sebelumnya.
Meski dinanti, Supergirl gagal memenuhi ekspektasi di box office. Peter Safran, salah satu pimpinan DC Studios, secara terbuka mengakui bahwa performa komersial film tersebut di bawah target mereka.
Kritikus pun memberi sambutan dingin. Film ini mendapat predikat "rotten" di situs agregator Rotten Tomatoes dan mencatat nilai B-minus dalam jajak pendapat penonton CinemaScore. Respons kurang positif ini menjadi tantangan tersendiri bagi masa depan karakter tersebut di layar lebar.
Di balik kegagalan komersial tersebut, Safran menegaskan bahwa Supergirl hanyalah satu bagian kecil dari strategi besar DC Studios. Visi jangka panjang di bawah arahan James Gunn dan Peter Safran untuk reboot DC Universe masih terus berjalan.
Kehadiran film ini di HBO Max pada 10 September akan menjadi kesempatan kedua bagi penonton yang melewatkannya di bioskop untuk menilai sendiri kualitas filmnya. Keputusan ini juga menjadi ujian apakah daya tarik Supergirl justru lebih kuat di platform streaming dibandingkan di layar bioskop.
Perjalanan Supergirl di tengah transformasi besar DC Studios menjadi catatan menarik dalam sejarah adaptasi komik, di mana ambisi reboot bertemu dengan realitas selera penonton.